Moskow, Sinata.id – Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin mengaku senang saat Prabowo Subianto ucapkan selamat paskah.
Ucapan selamat paskah disampaikan Prabowo saat bertemu Putin di Istana Kremlin pada Senin (13/4/2026).
“Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan perayaan keagamaan di Rusia,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dikutip Selasa (14/4/2026).
Menurut Teddy, Putin menyampaikan apresiasi mendalam atas ucapan Prabowo.
Ucapan tersebut dianggap memiliki makna khusus. Karena Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.
Putin menerangkan, Rusia merupakan negara multikonfesional yang menjunjung tinggi keberagaman dan toleransi antarumat beragama.
Dalam tradisi tersebut, berbagai perayaan keagamaan dihormati dan dirayakan bersama sebagai bagian dari kehidupan berbangsa.
Pertemuan kedua pemimpin tidak hanya membahas hubungan bilateral dan kerja sama strategis.
Tetapi juga mencerminkan nilai-nilai saling menghormati dan toleransi yang menjadi fondasi penting dalam hubungan antarnegara.
Perbedaan latar belakang agama tidak menjadi penghalang.
Melainkan jembatan untuk mempererat hubungan dan saling pengertian di tengah dinamika global.
Agama di Rusia
Rusia dikenal sebagai negara dengan keragaman agama yang tinggi, namun secara konstitusional menegaskan diri sebagai negara sekuler tanpa agama resmi.
Dalam sistem kenegaraannya, Rusia menjamin kebebasan beragama bagi seluruh warga negara.
Negara tidak menetapkan satu agama sebagai agama resmi, meskipun dalam praktiknya terdapat sejumlah agama yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sosial dan budaya.
Salah satu yang paling dominan adalah Kristen Ortodoks yang diwakili oleh Gereja Ortodoks Rusia.
Selain itu, Islam juga menjadi agama dengan jumlah penganut signifikan, terutama di wilayah-wilayah seperti Tatarstan dan kawasan Kaukasus.
Di samping dua agama besar tersebut, Rusia juga mengakui keberadaan Buddha dan Yahudi sebagai bagian dari agama-agama tradisional yang telah lama hidup dan berkembang di negara tersebut.
Pemerintah Rusia memberikan pengakuan khusus terhadap agama-agama yang dianggap “tradisional”, yakni Kristen Ortodoks, Islam, Buddha, dan Yahudi.
Keempatnya dinilai memiliki peran historis dalam pembentukan identitas bangsa Rusia.
Meski demikian, prinsip sekularisme tetap menjadi dasar dalam penyelenggaraan negara.
Artinya, urusan pemerintahan tidak secara resmi didasarkan pada ajaran agama tertentu, dan seluruh warga negara memiliki hak yang sama dalam menjalankan keyakinannya.
Dengan pendekatan tersebut, Rusia berupaya menjaga keseimbangan antara identitas budaya yang kuat dengan prinsip negara modern yang menjunjung kebebasan beragama di tengah masyarakat yang multietnis dan multikultural. (A08)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini