“Pertumbuhan ekonomi cepat bukan karena kita mengorbankan fiskal. Tetapi karena di bawah pimpinan Bapak Presiden, seluruh belanja fiskal dijalankan secara efisien dan efektif sehingga dengan uang yang sama pertumbuhan ekonomi bisa lebih cepat,” jelasnya.
Purbaya juga berupaya menenangkan pelaku pasar dan investor yang belakangan menyoroti kondisi ekonomi nasional.
Ia memastikan seluruh kebijakan fiskal pemerintah dirancang melalui perhitungan yang matang dan terukur.
“Semua sudah dihitung dengan benar, akurat, dan detail oleh Bapak Presiden. Investor harus yakin bahwa kita tidak menjalankan kebijakan fiskal secara sembarangan,” katanya.
Lebih lanjut, Purbaya menyebut pengelolaan fiskal negara didukung oleh jajaran birokrat berpengalaman di Kementerian Keuangan yang memahami langkah-langkah menjaga stabilitas keuangan negara.
“Sebagian besar di sini sudah veteran di Kementerian Keuangan dan tahu apa yang harus dikerjakan. Semua ini dikoordinasi dan diorkestrasi dari Istana oleh Bapak Presiden,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kementerian Keuangan melaporkan APBN hingga Mei 2026 mengalami defisit sebesar Rp180,4 triliun atau setara 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Meski demikian, pemerintah menilai kondisi fiskal tetap sehat karena pendapatan negara dan penerimaan pajak masih menunjukkan tren pertumbuhan positif. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini