Rinciannya meliputi: hari pertama 0,88 ton, hari kedua: 1,76 ton, hari ketiga: 3,52 ton, dan hari keempat: 2,64 ton. Total sampah yang berhasil dibersihkan selama empat hari mencapai 8,8 ton.
Sedimentasi Jadi Penyebab Munculnya “Pulau Sampah”
Pramono menjelaskan tumpukan sampah tersebut terbentuk akibat sedimentasi yang terjadi dalam jangka waktu lama di kawasan Muara Angke.
Menurutnya, fenomena tersebut memiliki dampak positif sekaligus negatif. Di satu sisi, endapan sampah membantu menahan limbah agar tidak terbawa hingga ke kawasan Kepulauan Seribu.
Namun di sisi lain, jika tidak dibersihkan secara berkala, sampah akan terus menumpuk hingga membentuk hamparan besar yang menyerupai pulau.
“Kalau tidak dibersihkan secara rutin, sampah akan terus menumpuk seperti yang terjadi beberapa hari lalu,” kata Pramono.
Pemprov DKI Perintahkan Pembersihan Rutin
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Pramono telah menginstruksikan seluruh jajaran terkait agar melakukan pembersihan secara rutin di kawasan Muara Angke.
Ia menegaskan langkah pencegahan harus dilakukan sebelum sampah menumpuk dalam jumlah besar dan menjadi persoalan lingkungan yang lebih kompleks.
Selain menjaga kebersihan pesisir, upaya tersebut juga bertujuan melindungi ekosistem laut serta mencegah sampah terbawa hingga ke wilayah Kepulauan Seribu. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini