Rohanim menegaskan, pihaknya menargetkan penambahan ruang Kelas Digital agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh siswa.
"Kami ingin terus berkembang, tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi juga berupaya mandiri untuk menciptakan lebih banyak ruang belajar digital," pungkasnya.
Program Kelas Digital di SMPN 1 Medan bagian dari proyek percontohan (piloting) yang dijalankan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Medan dalam mendorong transformasi pendidikan.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Medan, Prayogi menjelaskan, program ini dirancang untuk menjawab tantangan era digital sekaligus menyelaraskan sistem pembelajaran di sekolah dengan perkembangan teknologi.
"Pembelajaran smart class ini kita arahkan agar sistem instruksional di sekolah bisa berjalan selaras dengan perkembangan zaman," ujarnya.
Dalam implementasinya, konsep paperless didukung melalui pemanfaatan platform Learning Management System (LMS). Buku paket dialihkan ke format digital, dan penggunaan buku tulis konvensional ditekan secara signifikan.
Program ini telah diterapkan di puluhan sekolah percontohan di Kota Medan, dengan menyasar siswa kelas 8 SMP. Pemilihan jenjang tersebut dilakukan agar sekolah memiliki waktu untuk memetakan kemampuan siswa sebelum dilakukan seleksi internal.
Selain itu, keputusan akhir keikutsertaan siswa tetap berada di tangan orang tua. Sekolah terlebih dahulu melakukan sosialisasi sebelum menetapkan siswa masuk ke Kelas Digital. (SN22)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.