Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
News

Pramugari Gadungan Batik Air Terungkap, Nisa Korban Penipuan Rp30 Juta

pramugari gadungan batik air terungkap, nisa korban penipuan rp30 juta
Khairun Nisa. (akun X @neVerAl0nely)

Banten, Sinata.id – Kasus penyamaran seorang pramugari Batik Air yang sempat viral di media sosial akhirnya menemui titik terang.

Perempuan bernama Khairun Nisa (23) diketahui bukan sekadar bertindak nekat atau iseng, melainkan menjadi korban penipuan lowongan kerja yang membuatnya kehilangan uang dalam jumlah besar.

Advertisement

Sejak awal, Nisa memiliki cita-cita menjadi pramugari. Ia mengikuti proses seleksi resmi dan bahkan rela datang ke Jakarta demi mengejar impian tersebut. Namun, kegagalan dalam tahapan seleksi membuatnya berada dalam tekanan mental dan emosional.

Di tengah kondisi tersebut, Nisa bertemu dengan pihak yang mengaku mampu meloloskannya menjadi pramugari dengan syarat membayar sejumlah uang. Tanpa menyadari bahwa tawaran itu merupakan modus penipuan, Nisa menyerahkan dana hingga Rp30 juta dengan harapan dapat diterima bekerja di maskapai penerbangan. Sayangnya, janji tersebut tidak pernah terwujud.

Baca juga:Nama Ilal Mahdi Nasution Disorot Tajam di Sidang Penipuan CPNS Rp220 Juta

Rasa kecewa, panik, dan malu kepada keluarga karena kehilangan uang besar tanpa hasil membuat Nisa mengambil langkah keliru. Ia memutuskan menyamar sebagai pramugari Batik Air dengan mengenakan seragam dan atribut palsu. Niatnya bukan untuk melakukan tindak kriminal besar, melainkan menutupi kegagalan dan meyakinkan keluarga bahwa dirinya telah berhasil meraih pekerjaan impian.

Aksi penyamaran tersebut berlangsung hingga Nisa berada di lingkungan bandara dan penerbangan. Namun, kejanggalan akhirnya terdeteksi dan kasus ini mencuat ke publik. Foto-foto Nisa dengan seragam pramugari tersebar luas di media sosial dan menuai beragam reaksi warganet.

Pihak kepolisian mengungkap bahwa motif utama tindakan Nisa adalah tekanan psikologis akibat penipuan, bukan niat jahat untuk membahayakan penerbangan. Meski demikian, perbuatannya tetap diproses sesuai hukum karena menyangkut penyalahgunaan atribut resmi maskapai.

Dapat Beasiswa Pendidikan Pramugari

Di balik kasus tersebut, nasib baik menghampiri Nisa. Lembaga pelatihan awak kabin Aeronef Academy menawarkan beasiswa pendidikan pramugari gratis kepadanya.

Tawaran ini muncul setelah terungkap bahwa tindakan nekat Nisa dipicu rasa malu kepada keluarga akibat tertipu oknum seleksi kerja. Melalui unggahan akun resmi @aeronefacademy.official di media sosial Threads, pihak Aeronef Academy menyampaikan dukungan moral sekaligus membuka peluang pendidikan bagi Nisa.

“Mungkin Kak Nisa saat ini sedang bersedih. Namun perlu diketahui bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari cerita baru yang lebih hebat,” tulis Aeronef Academy, seperti dilansir Selasa (13/1/2026).

Baca juga:Buronan Kasus Penipuan Kripto Lintas Negara Chen Zhi Ditangkap

Baca Juga  Video Duel Pelajar Laki-Laki dan Perempuan Viral di Media Sosial

Dalam poster bertajuk “Aeronef Indonesia Memanggilmu!”, lembaga tersebut mengajak Nisa untuk menempuh jalur pendidikan resmi sebagai awak kabin. Program pendidikan gratis ini diberikan sebagai bentuk kepedulian agar Nisa tetap dapat meraih impiannya di dunia penerbangan.

“Kami memahami bahwa salah satu bentuk bakti anak adalah membuat orang tua bangga. Mari berjuang bersama,” tulis Aeronef Academy.

Aeronef Academy merupakan lembaga pelatihan awak kabin berstandar internasional yang berlokasi di Kampung Inggris, Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Melalui beasiswa ini, Nisa akan dibekali keterampilan profesional agar siap bekerja secara sah di industri penerbangan.

Kondisi Keluarga di Kampung Halaman

Sementara itu, keberadaan Nisa pasca viralnya kasus penyamaran tersebut masih menjadi sorotan publik. Kediamannya di Kelurahan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, tampak tertutup rapat. Pintu, jendela, dan pagar rumah terlihat terkunci, dengan hanya beberapa kerabat dekat yang sesekali datang.

Seorang kerabat bernama Zarkasih, yang merupakan paman dari ayah Nisa, mengaku keluarga di kampung halaman hanya mengetahui peristiwa tersebut dari pemberitaan televisi.

Baca juga:Darurat Lowongan Kerja Fiktif! Komdigi dan P2MI Bersatu Sapu Bersih Iklan Penipuan

Baca Juga  Ini Titik Terparah Longsor Sibolga, Jumlah Korban Diduga Masih Bertambah

“Kami terus terang tidak tahu persoalannya apa. Awalnya hanya diberi tahu tetangga kalau Nisa masuk TV. Saya sempat menangis, bingung apa salahnya,” ujar Zarkasih, Sabtu (10/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa keluarga Nisa memang jarang menetap di rumah tersebut dan lebih sering berada di Palembang. “Pulang kampung hanya dua atau tiga bulan sekali,” katanya.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya para pencari kerja, agar tidak mudah percaya pada tawaran pekerjaan yang meminta sejumlah uang. Proses rekrutmen resmi tidak pernah memungut biaya, terlebih dengan iming-iming kelulusan instan. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini