Pematangsiantar, Sinata.id – Jagat media sosial kembali diwarnai polemik yang melibatkan selebgram sekaligus pendakwah Taqy Malik dengan seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang bermukim di Arab Saudi, Randy Permana alias Rendy Eka Permana.
Perselisihan yang awalnya berupa sindiran di media sosial berkembang menjadi tudingan serius terkait dugaan pelanggaran regulasi di Arab Saudi, mulai dari penggalangan donasi hingga program wakaf mushaf Al-Qur’an.
Berikut rangkuman kronologi polemik tersebut:
1. Dugaan Penggalangan Donasi Tanpa Izin
Polemik mencuat setelah Randy melalui akun Instagramnya menyoroti aktivitas penggalangan dana daring yang disebut dilakukan oleh Taqy Malik. Ia menilai otoritas Arab Saudi memiliki aturan ketat terkait donasi publik, terutama yang dilakukan secara online tanpa izin resmi.
Baca juga:Polemik Denada dan Ressa Rizky, Isu Ayah Biologis Seret Nama Artis
Randy menduga aktivitas tersebut berpotensi melanggar regulasi setempat. Ia juga mengklaim bahwa persoalan ini sempat menjadi perhatian aparat di Madinah. Namun, hingga kini belum ada dokumen resmi atau pernyataan otoritas Arab Saudi yang dipublikasikan untuk menguatkan klaim tersebut.
2. Sorotan Program Wakaf Mushaf
Selain isu donasi, polemik turut menyinggung program wakaf mushaf Al-Qur’an yang dijalankan pada 2025. Randy mempertanyakan selisih harga dalam program tersebut.
Ia menyebut harga pasaran mushaf di Arab Saudi sekitar 40 riyal, sementara dalam program wakaf disebut mencapai 80 riyal per eksemplar. Menurutnya, pembelian dalam jumlah besar dapat menimbulkan kecurigaan aparat apabila tidak disertai koordinasi resmi.
Meski demikian, Randy menegaskan bahwa ia tidak menyebutnya sebagai penipuan, melainkan menyoroti aspek transparansi nominal dan kepatuhan terhadap aturan setempat.
3. Klaim Dampak terhadap WNI di Arab Saudi
Randy juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap dampak polemik tersebut bagi komunitas pekerja migran Indonesia di Makkah dan Madinah. Ia mengklaim adanya pengetatan pengawasan terhadap pembelian mushaf dalam jumlah besar oleh warga asing.
Baca juga:Bertemu Langsung dengan Dedi Mulyadi, Pengakuan Penjual Es Gabus Berubah-ubah dan Picu Polemik Baru
Dalam pernyataannya pada 13 Februari 2026, ia bahkan menyebut beberapa rekannya sempat diamankan selama 3–4 hari karena dicurigai melakukan aktivitas jual-beli ilegal. Namun, klaim ini belum dikonfirmasi oleh otoritas resmi Arab Saudi maupun perwakilan diplomatik Indonesia.
4. Isu Donasi Makanan
Randy turut menyinggung program donasi makanan yang dijalankan menjelang Ramadan. Ia menyebut adanya perbedaan harga antara nilai donasi yang ditawarkan dengan harga pasaran makanan di Arab Saudi.
Kendati demikian, tudingan tersebut belum disertai bukti dokumen resmi atau putusan hukum yang dapat diverifikasi secara independen.
5. Respons Taqy Malik
Menanggapi berbagai tudingan, Taqy Malik sebelumnya menyampaikan ajakan tabayun atau klarifikasi terbuka guna meluruskan informasi yang beredar. Ia menyatakan pentingnya menjaga amanah dan kepercayaan publik dalam menjalankan program sosial.
Hingga Minggu (15/2/2026) polemik tersebut masih menjadi perbincangan warganet. Belum ada pernyataan resmi dari otoritas Arab Saudi yang membenarkan ataupun membantah berbagai klaim yang beredar. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini