Ia juga mengungkapkan bahwa Cathlyn disebut memiliki kendala kesehatan saat menjalani seleksi tingkat pusat, yakni penglihatan kurang tajam dan kondisi telapak kaki datar atau flat foot.
“Kalau bukan karena matanya, penglihatannya agak kabur. Kemudian kakinya juga flat foot,” ujarnya.
Jufri menegaskan keputusan akhir bukan berada di tangan panitia daerah, melainkan panitia seleksi pusat.
“Dia tetap diikutkan ke seleksi pusat untuk memberi semangat. Jadi gugurnya di pansel pusat, bukan di sini,” tambahnya.
Wali Kota Makassar Soroti Mental Peserta
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta seluruh proses seleksi berjalan adil dan transparan.
Pria yang akrab disapa Appi itu mengatakan Pemerintah Kota Makassar hanya bertugas mengirim peserta terbaik ke tingkat provinsi, sementara penentuan akhir menjadi kewenangan panitia provinsi dan pusat.
Namun ia mengaku prihatin terhadap dampak psikologis yang dialami peserta akibat polemik yang berkembang.
“Kasihan anak-anak yang sudah berproses. Mereka sudah latihan dan mempersiapkan diri dengan baik. Yang dikhawatirkan itu mentalnya,” ujar Appi.
Kini polemik seleksi Paskibraka Sulsel masih terus menjadi sorotan publik, terutama terkait transparansi penilaian dan pentingnya menjaga mental para peserta muda yang telah menjalani proses panjang demi mengharumkan daerahnya. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini