Tapanuli Utara,Sinata.id – Harapan baru muncul bagi petani kopi di Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).
Kelompok Tani (Poktan) Pasikkop Kopi Sejahtera mendapat respons positif dari Dinas Pertanian (Distan) Sumatera Utara (Sumut) melalui rencana pembangunan rumah produksi kopi lengkap dengan fasilitas pengolahan hingga dukungan pemasaran hasil produksi, Jumat (22/5/2026).
Rumah produksi kopi tersebut direncanakan berdiri di Desa Sigotom, Kecamatan Pangaribuan, tepat di tengah hamparan sekitar 100 hektare lahan kopi milik petani. Kehadiran fasilitas itu dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hasil panen sekaligus nilai jual kopi petani di daerah tersebut.
Dalam kegiatan penyuluhan pertanian yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, dijelaskan bahwa rumah produksi akan dilengkapi dengan berbagai peralatan pengolahan kopi. Selain itu, pemasaran hasil produksi poktan juga akan difasilitasi melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sumut.
Program tersebut juga diarahkan untuk mendorong lahirnya petani kopi milenial yang mampu mengelola produksi secara modern dan berorientasi pasar.
Penggerak Poktan Pasikkop Kopi Sejahtera, Arifin Rudi Nababan, menyambut baik perhatian yang mulai diberikan Pemprov Sumut terhadap pengembangan sektor kopi rakyat di Pangaribuan.
Menurutnya, selama ini poktan belum pernah memperoleh dukungan anggaran, baik dari pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah. Namun kini, perhatian mulai terlihat melalui rencana pembangunan rumah produksi kopi di Desa Sigotom.
“Kami menyambut baik pembangunan rumah produksi ini karena akan sangat membantu petani meningkatkan kualitas dan harga jual kopi,” ujarnya.
Arifin mengungkapkan, pada 2026 mendatang akan disalurkan sebanyak 500 ribu bibit kopi untuk mendukung pengembangan perkebunan kopi rakyat. Program pembibitan tersebut telah disosialisasikan sejak Juli 2025.
“Sampai saat ini sudah terbentuk sekitar 30 poktan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan bibit kopi,” katanya.
Ia menjelaskan, bibit kopi yang disalurkan berasal dari balai bibit kopi dan KKO Jember sehingga memiliki jaminan mutu.
Selain penguatan sektor budidaya, pengembangan kopi di wilayah tersebut juga dijajaki melalui kerja sama dengan PT SSC dan Starbucks guna memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk kopi petani.
Arifin menegaskan, tujuan utama pembentukan poktan adalah meningkatkan harga jual hasil produksi petani agar memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan DistanKabupaten Tapaut, Sudarsono Manalu, mengatakan pihaknya akan memberikan perhatian terhadap kelengkapan administrasi kelompok tani guna mendukung proses pembangunan rumah produksi hingga benar-benar terealisasi.
Di tingkat provinsi, Kabid Perkebunan Distan Sumut, Yusuf Lubis, meminta agar lahan lokasi pembangunan rumah produksi dapat dihibahkan kepada kelompok tani guna mempermudah proses pembangunan.
Menurut Yusuf, keberadaan rumah produksi kopi tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai produksi dan meningkatkan perekonomian masyarakat di sentra perkebunan kopi Pangaribuan. (SN15)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini