Jakarta, Sinata.id – Pemerintah dan PT Pertamina (Persero) memberi sinyal tegas: minyak mentah yang diproduksi di Indonesia harus lebih dulu memenuhi kebutuhan domestik, bukan langsung mengalir ke pasar ekspor.
Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional di tengah gejolak pasar minyak global dan ancaman gangguan pasokan internasional.
Manajemen Pertamina menegaskan komitmennya untuk memastikan produksi minyak nasional diarahkan untuk kebutuhan dalam negeri, terutama guna menjaga stabilitas pasokan bahan bakar minyak (BBM).
Langkah ini sekaligus menjadi upaya pemerintah untuk menekan ketergantungan terhadap impor energi yang selama ini masih cukup besar.
Dikutip Senin (16/3/2026), Pertamina menyatakan seluruh produksi minyak yang dihasilkan dari blok-blok migas domestik akan diprioritaskan untuk memasok kilang di Indonesia.
Dengan cara ini, minyak mentah lokal dapat langsung diolah menjadi BBM di kilang nasional sebelum dipasarkan ke masyarakat.
Strategi tersebut dinilai penting mengingat kebutuhan energi Indonesia terus meningkat, sementara produksi minyak nasional belum sepenuhnya mampu menutup konsumsi dalam negeri.
Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan memastikan pasokan BBM tetap stabil, terutama di tengah kondisi geopolitik global yang berpotensi mengganggu distribusi energi dunia.
Upaya memaksimalkan penggunaan minyak domestik dinilai menjadi salah satu kunci menjaga ketahanan energi nasional.
Pasalnya, Indonesia masih bergantung pada impor minyak mentah dan BBM dari berbagai negara. Bahkan sebagian impor minyak mentah Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah dan negara lain seperti Nigeria, Angola, hingga Brasil.
Ketika terjadi konflik atau gangguan jalur perdagangan global, pasokan energi ke Indonesia berpotensi ikut terdampak.
Karena itu, pemerintah mendorong perusahaan energi nasional untuk mengoptimalkan produksi dalam negeri agar bisa langsung diserap oleh kilang domestik.
Pertamina sendiri terus berupaya meningkatkan produksi minyak melalui berbagai blok migas yang dikelolanya.
Perusahaan energi pelat merah itu sebelumnya menargetkan produksi minyak domestik mencapai ratusan ribu barel per hari melalui optimalisasi lapangan migas serta pengembangan proyek baru.
Langkah ini sejalan dengan target pemerintah yang ingin meningkatkan produksi minyak nasional dalam beberapa tahun ke depan.
Pemerintah bahkan menargetkan peningkatan lifting minyak nasional guna memperkuat kemandirian energi sekaligus mengurangi tekanan impor. [a46]










Jadilah yang pertama berkomentar di sini