Jakarta, Sinata.id – Pemerintah Kota Tanjungbalai mematangkan strategi pengembangan ekonomi daerah dengan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Wakil Walikota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, memimpin langsung audiensi ke BRIN dalam rangka menyampaikan hasil policy paper terkait kajian sosial ekonomi pengembangan kawasan sentra perikanan sebagai langkah konkret meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Kamis ( 12/2/2026 )
Pertemuan yang berlangsung di Jakarta tersebut diterima langsung oleh Kepala Pusat Riset Kependudukan BRIN, Dr. Ali Yansyah Abdurrahim. Turut mendampingi Wakil Wali Kota, Kepala Dinas PUTR Tety Juliani Siregar, Kepala Bapperida Mariani, serta Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Nurlinda Mayani.
Dalam pertemuan itu, Fadly menegaskan bahwa kajian yang disusun sejak 2025 melalui pendampingan BRIN bukan sekadar dokumen akademik, melainkan peta jalan pembangunan kawasan sentra perikanan yang berbasis riset dan data.
“Kami ingin pengembangan kawasan perikanan di Tanjungbalai tidak lagi berjalan sporadis. Semua harus berbasis kajian ilmiah agar berdampak langsung pada peningkatan PAD dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Salah satu fokus utama pengembangan adalah kawasan Pulau Buaya yang diproyeksikan menjadi sentra perikanan terpadu. Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar dari sisi produksi, distribusi, hingga pengolahan hasil perikanan.
Untuk memperkuat implementasi rekomendasi kajian tersebut, Pemko Tanjungbalai telah mengajukan Nota Kesepahaman Sinergi (NKS) dengan BRIN. Kerja sama ini dirancang berlangsung selama empat tahun, mulai 2026 hingga 2029.
Melalui NKS tersebut, sejumlah penelitian lanjutan akan dilakukan secara bertahap dan terintegrasi, melibatkan berbagai pusat riset di BRIN, mulai dari riset kependudukan, pendidikan, ekonomi makro hingga bidang lainnya yang relevan dengan kebutuhan daerah.
Selaras RPJMD 2025–2029
Rencana kolaborasi riset ini juga disesuaikan dengan arah pembangunan dalam RPJMD Kota Tanjungbalai 2025–2029. Pemerintah daerah menargetkan penguatan sektor unggulan berbasis potensi lokal guna mewujudkan visi Tanjungbalai EMAS (Elok, Maju, Agamais, dan Sejahtera).
Pendekatan berbasis riset ini diharapkan mampu:
Memetakan potensi riil sektor perikanan secara komprehensif.
Menentukan model pengelolaan kawasan yang berkelanjutan.
Meningkatkan nilai tambah hasil perikanan.
Mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Audiensi ini menjadi kunjungan lanjutan setelah sebelumnya Pemko Tanjungbalai berkoordinasi langsung dengan BRIN terkait hasil rekomendasi awal kajian. Langkah ini menunjukkan komitmen serius pemerintah daerah dalam membangun kebijakan berbasis data dan kolaborasi nasional.
Dengan sinergi riset jangka panjang tersebut, Tanjungbalai berharap kawasan sentra perikanan tak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga episentrum pertumbuhan ekonomi baru yang berkontribusi signifikan terhadap PAD serta kesejahteraan masyarakat pesisir. ( SN10 )










Jadilah yang pertama berkomentar di sini