Ia menargetkan pengaktifan kembali dana tersebut mulai 7 Mei 2026. Langkah itu diambil di tengah kenaikan yield surat utang pemerintah dalam beberapa bulan terakhir.
“Dalam beberapa bulan terakhir, dari Januari, yield-nya naik kencang. Waktu saya injeksi uang ke perbankan, sempat 5,9 persen. Tapi naik terus dari 6,1 persen, sekarang 6,7 persen,” jelasnya.
Pemerintah sendiri dalam asumsi makro APBN 2026 menetapkan yield SBN sebesar 6,7 persen.
Terkait sumber pendanaan, Purbaya menyebut anggaran bisa berasal dari berbagai pos, meski belum merinci sumber maupun besaran dana yang akan digunakan.
Ia juga memastikan koordinasi dengan Bank Indonesia akan terus dilakukan guna menjaga stabilitas rupiah dan pasar keuangan domestik.
“Saya akan coba bantu rupiah dengan cara saya sendiri,” tegas Purbaya. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini