“Komunikasi tentu tetap berjalan baik dengan semua pihak, baik dengan Gus Yahya, Gus Ipul, Gus Yusuf, maupun Kiai Zulfa,” katanya.
Ia menegaskan bahwa setiap kader Nahdlatul Ulama memiliki hak yang sama untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan dirinya tidak akan maju dalam pemilihan Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 mendatang.
Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur tersebut menilai dirinya tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk menduduki posisi tertinggi di organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.
“Oh tidak, saya tidak mencalonkan diri. Saya merasa bukan kapasitas saya untuk posisi tersebut,” kata Gus Ipul.
Ia memilih fokus menjalankan tugas organisasi yang saat ini diemban. Dalam Muktamar NU 2026, Gus Ipul juga dipercaya menjadi Ketua Organizing Committee (OC).
Meski tidak maju, Gus Ipul menilai Menteri Agama Nasaruddin Umar memiliki peluang untuk menjadi calon Ketua Umum PBNU. Menurutnya, Nasaruddin pernah menjabat sebagai Katib Aam PBNU, posisi yang sebelumnya juga pernah ditempati sejumlah Ketua Umum PBNU.
“Salah satu yang berpotensi tentu Pak Nasaruddin Umar. Beliau pernah menjadi Katib Aam PBNU. Beberapa Ketua Umum PBNU sebelumnya juga pernah menjabat posisi yang sama,” ujarnya.
Selain nama-nama tersebut, tokoh NU Muhammad Nuh juga disebut-sebut berpotensi meramaikan bursa calon Ketua Umum PBNU.
Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Hingga saat ini, lokasi pelaksanaan muktamar masih belum ditetapkan.
Sebelum muktamar digelar, PBNU akan lebih dahulu menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, pada 20–21 Juni 2026. (cnn/A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini