Pematangsiantar, Sinata.id — Sikap Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Hanpangtan) Kota Pematangsiantar, Legianto Pardamean Manurung, menjadi sorotan warga setelah dinilai kurang menunjukkan empati saat merespons peristiwa meninggalnya seorang wanita di depan kantor dinas tersebut, Jumat (13/3/2026) pagi.
Peristiwa itu terjadi di depan kantor Dinas Hanpangtan Kota Pematangsiantar yang berlokasi di Jalan Tuan Rondahaim Saragih, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba. Seorang wanita dilaporkan meninggal dunia secara mendadak di lokasi tersebut.
Saat kejadian, jenazah korban sempat berada di badan jalan sambil menunggu kedatangan pihak keluarga dan petugas yang akan melakukan evakuasi menggunakan ambulans.
Keberadaan jenazah di tengah jalan sempat membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi menjadi ramai. Sejumlah warga juga terlihat berkumpul untuk melihat situasi tersebut.
Di tengah kondisi itu, kadis yang memimpin instansi tersebut disebut tiba di lokasi sebelum kendaraan dinasnya memasuki area kantor. Ia kemudian meminta agar jenazah yang berada di badan jalan dipindahkan.
“Alangkah baiknya kalau jenazah ini dipindahkan dulu, supaya tidak mengganggu,” ucapnya di hadapan warga yang berada di sekitar lokasi.
Menanggapi permintaan tersebut, beberapa warga kemudian membantu memindahkan jenazah ke pinggir jalan agar tidak menghalangi akses kendaraan.
Tidak lama setelah jenazah dipindahkan, kendaraan dinas jenis double cabin dengan nomor polisi BK 1827 WS yang digunakan pejabat tersebut terlihat melintas menuju halaman kantor dinas.
Pantauan di lokasi menunjukkan kendaraan tersebut melewati kerumunan warga yang masih berada di sekitar jenazah. Situasi itu menimbulkan kesan di tengah masyarakat bahwa permintaan pemindahan jenazah dilakukan agar kendaraan dinas dapat melintas dengan lebih mudah.
Sejumlah warga pun menyayangkan sikap tersebut. Mereka menilai seorang pejabat publik seharusnya menunjukkan empati yang lebih besar dalam situasi duka.
“Seharusnya ada rasa empati terlebih dahulu, karena itu orang meninggal. Kami sedang menunggu keluarga dan ambulans,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Setelah kendaraan dinas melewati lokasi, kadis tersebut diketahui langsung masuk ke ruang kerjanya tanpa memberikan keterangan kepada awak media yang berada di tempat kejadian.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Dinas Hanpangtan terkait peristiwa tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga karena dinilai berkaitan dengan sikap serta etika pejabat publik dalam menghadapi situasi kemanusiaan di tengah masyarakat. (SN10)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini