“Terima kasih kepada Mercy Corps Indonesia yang telah memilih Kabupaten Dairi sebagai lokasi pelaksanaan program ini. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak petani, tidak hanya pada komoditas kopi, tetapi juga komoditas pertanian lainnya yang menjadi sumber penghidupan masyarakat Dairi,” kata Lasma.
Selain Sekolah Lapang Iklim, sejumlah kegiatan lain juga akan dilaksanakan dalam program DIGITANI, di antaranya pembentukan Komunitas Ketahanan Iklim Berbasis Digital, pelatihan penggunaan Sistem Peringatan Dini Iklim Digital BMKG, pelatihan keamanan digital, pemasaran digital, literasi keuangan digital, serta berbagai kegiatan pembelajaran dan berbagi pengetahuan bagi petani.
Melalui program ini, diharapkan petani kopi di Dairi semakin siap menghadapi perubahan iklim sekaligus mampu memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka. (SN21)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.