Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Religi

Menjadi Orang Tua Rohani Melalui Hati yang Tunduk dan Subur di Hadapan Tuhan

menjadi orang tua rohani melalui hati yang tunduk dan subur di hadapan tuhan
Pastor Dion Panomban.

Oleh: Pastor Dion Ponomban

Saat teduh Abba Home Family, Sabtu 15 November 2025, menekankan bahwa proses menjadi bapa atau ibu secara rohani membutuhkan kondisi hati yang siap dibentuk. Untuk dapat membimbing secara rohani, seseorang terlebih dahulu harus menjadi anak rohani yang sejati. Spirit atau roh anak sejati lahir dari pembapaan yang benar, sebagaimana diteladankan oleh Ishak melalui ketundukan dan ketaatannya. Demikian juga Yesus, Anak Allah, yang memilih tunduk sepenuhnya kepada kehendak dan rencana Bapa-Nya. Walaupun Ia dapat menolak karena hal itu bukan kehendak-Nya sebagai manusia, Yesus tetap menyerahkan diri secara total kepada Bapa-Nya karena Ia memiliki roh anak sejati yang penuh ketaatan.

Advertisement

Renungan ini mengajak setiap orang percaya untuk memeriksa hatinya: adakah kerinduan untuk bertumbuh menjadi bapa dan ibu rohani yang dewasa? Tidak ada jalan lain menuju kedewasaan rohani selain terlebih dahulu belajar menjadi anak rohani yang mau tunduk, taat, dan menjalani proses pembentukan dari Tuhan. Sikap hati yang lembut dan siap diarahkan menjadi dasar dari setiap pertumbuhan rohani.

Baca Juga  Sarapan Pagi Kristen: Kesaktian Pancasila dan Janji Allah yang Kekal

Pembacaan firman diambil dari Matius 13:8–9 dan 23 (TB), yang mengajarkan tentang tanah yang baik—gambaran hati manusia yang siap menerima firman. Tanah yang subur akan menghasilkan buah berlipat, seratus, enam puluh, atau tiga puluh kali lipat, tergantung dari sejauh mana seseorang mendengar firman dan mengerti kebenaran yang ditaburkan Tuhan.

Renungan ini kemudian disertai pertanyaan-pertanyaan perenungan untuk membantu pembaca menilai kondisi tanah hati masing-masing:

1. Apa ciri tanah hati yang subur? (ay. 8, 23).
2. Apakah ciri tanah hati yang subur ada padamu?
3. Mengapa orang sulit memiliki tanah hati yang subur?
4. Apa langkah-langkah untuk memiliki tanah hati yang subur?
5. Apa lawan kata “mengerti”? (ay. 22).

Baca Juga  Kekuatan Pengharapan dalam Kristus Yesus, Sumber Ketenangan dan Iman Sejati

Kiranya setiap kita membuka hati untuk diproses Tuhan, agar firman yang ditaburkan berakar dan menghasilkan buah berlipat dalam kehidupan sehari-hari. Selamat bersaat teduh.

“Biarlah hati kita senantiasa menjadi tanah yang baik—lembut, taat, dan siap dibentuk—sehingga hidup kita menghasilkan buah rohani yang mulia bagi kemuliaan Tuhan.”(A27)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini