Oleh : Pdt Manser Sagala, M.Th.
Menjalani kehidupan dengan mengandalkan Tuhan di tengah dunia yang penuh masalah bukan berarti kita “melarikan diri” dari realita. Sebaliknya, itu berarti kita memiliki jangkar yang kokoh saat badai datang.
Dunia mungkin menawarkan solusi sementara, tetapi mengandalkan Yesus menawarkan damai sejahtera yang melampaui akal. Berikut adalah penjelasan mengenai prinsip hidup mengandalkan Tuhan berdasarkan Firman-Nya:
1. Menyadari Keterbatasan Diri
Langkah pertama untuk mengandalkan Tuhan adalah mengakui bahwa kekuatan kita terbatas. Seringkali stres muncul karena kita mencoba menjadi “tuhan” atas hidup kita sendiri dengan mengontrol segala sesuatu.
Firman Tuhan: “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” (Amsal 3:5-6)
Makna: Ketika kita berhenti mengandalkan logika yang terbatas, kita memberi ruang bagi hikmat Tuhan yang tak terbatas untuk bekerja.
2. Menukar Kekuatiran dengan Doa
Masalah di dunia seringkali menciptakan kecemasan. Mengandalkan Yesus berarti memindahkan beban dari bahu kita ke bahu-Nya melalui komunikasi yang intim (doa).
Firman Tuhan: “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5:7)
Makna : Kata “serahkanlah” dalam bahasa aslinya berarti “melemparkan.” Kita tidak hanya memberi tahu Tuhan, tapi melepaskan beban itu agar Ia yang menanggungnya.
3. Menemukan Kekuatan dalam Kelemahan
Dunia menganggap kelemahan sebagai kegagalan, tetapi dalam Kristus, kelemahan adalah kesempatan bagi kuasa Tuhan untuk dinyatakan secara sempurna.
Firman Tuhan: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu; sebab dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”
(2 Korintus 12:9)
Makna : Saat kita merasa tidak berdaya menghadapi masalah (ekonomi, kesehatan, hubungan), di situlah kekuatan Tuhan mengalir paling deras untuk memampukan kita bertahan.
4. Fokus pada Janji, Bukan pada Masalah
Masalah seringkali terlihat seperti raksasa karena kita terus memandanginya. Mengandalkan Tuhan berarti mengalihkan pandangan kita kepada janji-Nya yang ya dan amin.
Firman Tuhan: “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa… Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.” (1 Korintus 10:13)
Makna: Tuhan tidak menjanjikan hidup tanpa masalah, tetapi Ia menjanjikan penyertaan dan jalan keluar yang tepat pada waktu-Nya.
Kiranya melalui setiap pergumulan hidup, kita semakin belajar untuk bersandar penuh kepada Tuhan Yesus. Sebab Firman Tuhan menegaskan, “TUHAN itu baik; Ia adalah tempat perlindungan pada waktu kesesakan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya” (Nahum 1:7).
Ketika kita mengandalkan Tuhan dalam segala situasi, iman kita diteguhkan, pengharapan diperbarui, dan damai sejahtera-Nya memerintah di hati kita.
Tetaplah setia berjalan dalam kebenaran Firman, sebab Tuhan yang memanggil kita adalah setia dan Ia akan menyempurnakan apa yang telah Ia mulai dalam hidup kita.,(A27)
Tuhan Yesus memberkati kita semua
Cp konseling dan Doa permohonan 0811762709
Pdt Manser Sagala MTh








Jadilah yang pertama berkomentar di sini