Oleh: PS Dion Panomban
Renungan Saat Teduh – Abaa Home Family
Rabu, 8 April 2026
Dalam perjalanan iman, setiap orang percaya diajak untuk terus belajar mengenali kehendak Allah, memahami cara-Nya bekerja, serta peka terhadap waktu Tuhan. Ketiga hal ini menjadi dasar penting agar setiap langkah hidup selaras dengan rencana Ilahi.
Kitab Pengkhotbah mengajarkan bahwa segala sesuatu memiliki waktunya. Tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Ada waktu untuk bekerja, beristirahat, bersukacita, bahkan menghadapi penderitaan dan pemulihan. Semua berlangsung dalam kendali Tuhan, dan pada waktu-Nya yang tepat, segala sesuatu akan menjadi indah.
Hal ini juga tampak dalam pelayanan Tuhan Yesus. Saat menghadiri pesta di Kana, Ia menyatakan bahwa waktu-Nya belum tiba, meskipun kebutuhan sudah terlihat. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan, tetapi juga waktu yang tepat untuk bertindak.
Melalui firman dalam Efesus 5:15–20, umat percaya diingatkan untuk hidup dengan penuh hikmat di tengah zaman yang penuh tantangan.
Rasul Paulus menegaskan pentingnya menjalani hidup dengan bijaksana, bukan seperti orang bebal yang tidak memahami arah hidupnya. Orang arif adalah mereka yang hidup dengan kesadaran akan kehendak Tuhan, sedangkan orang bebal cenderung hidup tanpa pertimbangan rohani dan mudah terpengaruh oleh arus dunia.
Hari-hari ini disebut jahat karena dunia dipenuhi dengan godaan dan nilai-nilai yang menjauhkan manusia dari Tuhan. Oleh sebab itu, setiap orang percaya dituntut untuk menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya, hidup dengan tanggung jawab iman, dan tidak sembarangan dalam bertindak.
Memahami kehendak Tuhan menjadi kunci agar seseorang tidak jatuh dalam kebodohan rohani. Dengan mengenal kehendak-Nya, setiap keputusan dan tindakan akan membawa kepada kehidupan yang benar dan berkenan di hadapan Tuhan.
Dalam praktiknya, kehidupan yang berkenan kepada Tuhan ditunjukkan melalui hidup yang dipenuhi Roh Kudus, menjauhi hal-hal yang merusak, serta membangun kehidupan rohani melalui pujian, penyembahan, dan ucapan syukur. Selain itu, sikap rendah hati dan saling menghormati juga menjadi bagian penting dalam kehidupan orang percaya.
Jawaban Perenungan:
- Bagaimana seharusnya kita hidup?
Hidup dengan penuh hikmat, berhati-hati dalam setiap langkah, serta tidak hidup sembarangan. - Apa perbedaan orang arif dan orang bebal?
Orang arif hidup dengan pengertian akan kehendak Tuhan, sedangkan orang bebal hidup tanpa arah dan kebijaksanaan rohani. - Mengapa hari-hari ini disebut jahat?
Karena banyaknya pengaruh dunia yang menyesatkan dan menjauhkan manusia dari kebenaran Tuhan. - Mengapa harus mengerti kehendak Tuhan?
Agar tidak hidup dalam kebodohan, melainkan berjalan sesuai rencana Tuhan yang membawa kepada kebaikan. - Apa yang harus dilakukan dalam hidup ini?
Hidup dipenuhi Roh Kudus, memuji Tuhan, mengucap syukur, serta hidup dalam kerendahan hati dan saling menghormati.
Hidup yang berkenan kepada Tuhan bukan hanya tentang melakukan hal yang benar, tetapi juga melakukannya pada waktu yang tepat. Ketika kita belajar peka terhadap waktu Tuhan dan berjalan dalam kehendak-Nya, setiap langkah hidup akan diarahkan kepada kebaikan dan keindahan yang telah Tuhan sediakan pada waktunya. (A27)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini