Washington, Sinata.id – Miliarder sekaligus filantropis Melinda French Gates mengungkapkan bahwa munculnya nama mantan suaminya, Bill Gates, dalam berkas terbaru terkait mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein telah membangkitkan kembali masa-masa menyakitkan dalam pernikahan mereka.
Dalam wawancara podcast Wild Card milik NPR, Melinda mengaku merasa sangat sedih atas tuduhan yang kembali mencuat. Ia menegaskan bahwa setiap pihak yang disebut dalam dokumen tersebut, termasuk Gates, memiliki tanggung jawab untuk menjawab berbagai pertanyaan yang muncul.
“Saya bersyukur bisa menjauh dari semua kekacauan ini,” ujar Melinda dilansir dari BBC, Rabu (4/2/2026).
Ia dan Gates resmi bercerai pada 2021 setelah 27 tahun membina rumah tangga.
Baca juga:Bill dan Hillary Clinton Setuju Bersaksi dalam Penyelidikan Kasus Epstein
Dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) memuat sejumlah klaim dari Epstein, termasuk tuduhan bahwa Gates pernah tertular penyakit menular seksual. Tuduhan tersebut dibantah keras oleh pihak Gates dan disebut sebagai tidak masuk akal, serta sepenuhnya tidak benar.
Juru bicara Gates menyatakan bahwa klaim itu berasal dari sosok yang telah terbukti berulang kali berbohong. Hingga kini, Gates tidak pernah dituduh melakukan tindak pidana oleh korban Epstein mana pun, dan pencantuman namanya dalam berkas tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya aktivitas kriminal.
Melinda dalam wawancara itu menuturkan bahwa setiap kali detail-detail lama kembali mencuat ke publik, hal tersebut selalu mengingatkannya pada pengalaman pahit selama pernikahan mereka. Ia menegaskan bahwa pertanyaan yang tersisa seharusnya dijawab oleh pihak-pihak yang bersangkutan, bukan olehnya.
Sejumlah media di AS sebelumnya melaporkan bahwa sebelum perceraian, Melinda merasa tidak nyaman dengan kedekatan Gates dan Epstein. Setelah perpisahan mereka diumumkan, Gates juga pernah mengakui adanya hubungan pribadi dengan seorang karyawan Microsoft pada 2019.
Lebih dari tiga juta dokumen yang dirilis pekan lalu turut memuat dua email bertanggal 18 Juli 2013 yang diduga disusun oleh Epstein. Namun, tidak ada bukti bahwa email tersebut pernah dikirim kepada Gates, serta tidak ditemukan akun email yang secara langsung terhubung dengan Gates.
Baca juga:Nama AC Milan Muncul dalam Rilis Dokumen Jeffrey Epstein
Dalam pernyataan terbarunya, juru bicara Gates menegaskan bahwa dokumen-dokumen tersebut justru menunjukkan rasa frustrasi Epstein karena tidak memiliki hubungan berkelanjutan dengan Gates, sekaligus upaya mencemarkan nama baiknya.
Epstein meninggal dunia di penjara New York pada 2019 saat menunggu persidangan kasus perdagangan seks. Berkas-berkas yang dirilis mengungkap luasnya jaringan Epstein, yang mencakup kalangan selebritas, pengusaha, hingga tokoh dunia, bahkan setelah ia divonis pada 2008 atas kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur. (A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini