Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Media Publik Didorong Jadi Motor Promosi Wisata dan UMKM

media publik didorong jadi motor promosi wisata dan umkm
Evita Nursanty

Semarang, Sinata.id – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menekankan perlunya penguatan peran media publik dalam mendukung promosi destinasi wisata unggulan serta produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal itu disampaikannya saat kunjungan kerja reses di kantor TVRI Jawa Tengah, Semarang, Jumat (20/2/2026).

Advertisement

Menurut Evita, lembaga penyiaran publik memiliki posisi strategis sebagai penyiar layanan masyarakat yang tidak hanya berfokus pada aspek komersial, tetapi juga memikul tanggung jawab edukasi, penyebaran informasi, serta promosi pembangunan.

Karena itu, ia meminta media publik lebih aktif menampilkan potensi daerah, mulai dari destinasi wisata hingga produk UMKM yang memiliki daya saing.

Baca Juga  Prabowo Subianto Tiba di Tanah Air Usai Rampungkan Diplomasi Eropa

Ia menilai promosi yang dilakukan secara konsisten dan terintegrasi melalui media publik mampu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, sekaligus membuka peluang pemasaran lebih luas bagi pelaku usaha lokal.

Media publik, lanjutnya, harus menjadi etalase yang menampilkan kekuatan ekonomi daerah kepada masyarakat luas.

Evita juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara lembaga penyiaran publik seperti TVRI, RRI, dan LKBN ANTARA dalam membangun citra positif Jawa Tengah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata.

Sinergi lintas platform dinilai efektif memperluas penyebaran informasi hingga tingkat nasional maupun global.

Selain itu, ia menekankan promosi media publik dapat diarahkan untuk mendukung pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Candi Borobudur beserta kawasan sekitarnya.

Baca Juga  BRIN: Lubang Raksasa di Aceh Tengah Bukan Sinkhole, Ini Penyebabnya

Melalui kemasan konten yang menarik, potensi wisata budaya, kuliner, kriya, dan ekonomi kreatif Jawa Tengah diyakini akan semakin dikenal.

Evita turut mendorong agar media publik menyediakan ruang lebih besar bagi UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan, baik melalui program khusus, liputan tematik, maupun kampanye kreatif yang menumbuhkan kecintaan terhadap produk dalam negeri.

Ia menegaskan, pertumbuhan sektor pariwisata yang diiringi perkembangan UMKM akan menjadi penggerak utama ekonomi daerah. Dalam konteks tersebut, media publik memiliki peran penting sebagai katalis dalam membangun ekosistem yang saling mendukung.

Melalui kunjungan kerja ini, Komisi VII DPR RI berharap penguatan fungsi media publik dapat menjadi bagian dari strategi pembangunan terpadu, sehingga promosi potensi daerah berlangsung berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (A18)

Baca Juga  DPR Apresiasi Kementan Gagalkan Penyelundupan Bawang Ilegal

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini