Simalungun, Sinata.id – Warga di sekitar aliran Sungai Bah Bolon, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan tanpa identitas yang mengapung di tepian sungai, Minggu (17/5/2026) sore.
Penemuan tersebut langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian dengan menurunkan Tim Inafis Satreskrim Polres Simalungun untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Korban pertama kali ditemukan oleh dua warga, Heri Susanto (41) dan Nuriadi (35), saat menjaring ikan menyusuri aliran Sungai Bah Bolon dari arah Kampung Simponi menuju hilir Nagori Sugarang Bayu.
Sekitar pukul 16.00 WIB, keduanya melihat benda mencurigakan tersangkut di ranting pohon waru di pinggir sungai, tepatnya di Huta III Nagori Bah Lias.
Setelah didekati, mereka terkejut karena benda tersebut ternyata jasad seorang perempuan.
“Kami awalnya mengira hanya tumpukan sampah. Setelah didekati ternyata mayat perempuan,” ujar salah seorang saksi kepada petugas.
Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada petugas keamanan Kebun Bah Lias sebelum diteruskan ke Polsek Bandar Huluan.
Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Bandar Huluan, Patar Banjarnahor, bersama personel langsung menuju lokasi untuk mengamankan area penemuan.
Tak lama kemudian, Tim Inafis Polres Simalungun tiba dan melakukan pemeriksaan menyeluruh di lokasi kejadian.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui berjenis kelamin perempuan dan belum dapat dikenali identitasnya karena kondisi tubuh telah mengalami pembusukan cukup parah.
Beberapa bagian tubuh korban, seperti kepala, tangan, dan kaki, dilaporkan mengalami kerusakan. Polisi juga menemukan pakaian yang masih melekat pada tubuh korban, yakni celana panjang hitam bergaris merah dan kaos lengan panjang berwarna merah muda.
Setelah proses evakuasi selesai sekitar pukul 20.30 WIB, jasad korban dibawa ke RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar untuk menjalani pemeriksaan medis lanjutan, termasuk visum dan autopsi guna memastikan penyebab kematian.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, mengatakan pihak kepolisian bergerak cepat dalam menangani kasus tersebut untuk mengungkap identitas korban dan penyebab kematiannya.
“Tim Inafis bersama personel Polsek Bandar Huluan langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan masyarakat. Ini bentuk keseriusan Polri dalam memberikan pelayanan cepat dan profesional,” ujar AKP Verry, Senin (18/5/2026).
Saat ini, penyelidikan masih terus berlangsung. Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga perempuan agar segera berkoordinasi dengan Polsek Bandar Huluan maupun Polres Simalungun untuk membantu proses identifikasi korban. (SN10)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini