Pematangsiantar, Sinata.id – Sudah berulang kali terjadi kecelakaan melibatkan kereta api di perlintasan rel kereta api yang membelah Jalan Tambun, Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar.
Kecelakaan yang telah berulang kali terjadi itu, diduga warga karena ketiadaan palang pintu pengaman perlintasan kereta api. Hingga hari ini, Senin (1/6/2026), belum terlihat ada tanda pembangunan palang pintu di Jalan Tambun tersebut.
“Masih juga dibiarkan maut mengancam. Kenapa gak dibangun juga palang pintu kereta api di sini?” ucap salah seorang pemotor yang sedang melintas, dan tak ingin menyebutkan identitasnya.
Sementara Andreas, warga setempat, mengaku khawatir dengan kondisi perlintasan yang hingga kini belum dilengkapi fasilitas pengamanan yang memadai.
“Sudah lama perlintasan ini tidak ada palang pintunya. Setiap kereta lewat, pengendara harus berhenti dan melihat sendiri. Sangat berbahaya, apalagi kalau malam hari atau saat hujan,” ujarnya, Senin (01/06/2026)
Menurut Andreas, sejumlah insiden nyaris tabrakan kerap terjadi di lokasi tersebut. Bahkan, perlintasan pernah memakan korban jiwa akibat pengendara yang tidak menyadari datangnya kereta api.
“Sudah banyak yang hampir tertabrak. Bahkan pernah juga ada korban meninggal dunia karena tersambar kereta api di sini. Kami berharap ada perhatian serius sebelum jatuh korban lagi,” katanya.
Warga tersebut berharap, pemerintah daerah bersama pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) segera melakukan evaluasi dan memasang fasilitas pengaman untuk mencegah terjadinya kecelakaan fatal.
“Jangan tunggu ada korban lagi baru bertindak. Keselamatan warga harus menjadi prioritas,” tandas Andreas.
Pantauan Sinata.id, selain tidak ada palang pintu pengaman perlintasan kereta api, petugas jaga juga tidak terlihat ada untuk mengingatkan pengendara bahwa kereta api akan segera melintas.
Padahal jalur tersebut merupakan akses yang cukup sering dilintasi pengendara dalam melakukan aktivitas sehari-hari. (SN10)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini