Wembley, Sinata.id — Pep Guardiola kembali menorehkan sejarah di sepak bola Inggris setelah membawa Manchester City menjuarai Carabao Cup musim 2025/2026.
Dalam laga final yang digelar di Stadion Wembley, Minggu (22/3/2026), City berhasil mengalahkan Arsenal dengan skor 2-0. Kemenangan ini tidak hanya menambah koleksi trofi The Citizens, tetapi juga mengukuhkan Guardiola sebagai pelatih tersukses dalam sejarah kompetisi tersebut.
Nico O’Reilly Jadi Pahlawan
Kemenangan City ditentukan oleh gelandang muda Nico O’Reilly yang mencetak dua gol di babak kedua, tepatnya pada menit ke-60 dan 64. Dua gol tersebut memastikan kemenangan City di hadapan puluhan ribu penonton yang memadati Wembley.
Penampilan O’Reilly sekaligus menjadi bukti keberhasilan sistem pembinaan pemain muda yang diterapkan Guardiola di City.
Guardiola Lampaui Rekor Legenda
Gelar ini menjadi trofi Carabao Cup kelima bagi Guardiola sejak melatih City pada 2016. Ia melampaui catatan pelatih legendaris seperti Brian Clough, Alex Ferguson, dan José Mourinho yang masing-masing mengoleksi empat gelar.
Lebih impresif lagi, Guardiola selalu memenangkan lima final yang ia jalani di kompetisi ini (2018, 2019, 2020, 2021, dan 2026).
“Meraih lima trofi dalam 10 tahun adalah pencapaian yang luar biasa. Setiap gelar memiliki tantangan tersendiri,” ujar Guardiola.
Dominasi Manchester City
Sejak era Guardiola, City menunjukkan dominasi kuat di ajang ini. Dari 39 pertandingan, City mencatatkan 29 kemenangan dengan persentase kemenangan mencapai 74 persen. Mereka juga mencetak 83 gol dan hanya kebobolan 26 gol.
Perjalanan City menuju juara musim ini dimulai dari kemenangan atas Huddersfield Town, dilanjutkan mengalahkan Swansea City, Brentford, hingga Newcastle United di semifinal dengan agregat 5-1.
Dekati Rekor Liverpool
Dengan gelar ini, City kini mengoleksi sembilan trofi Carabao Cup sepanjang sejarah klub. Mereka hanya terpaut satu gelar dari Liverpool yang memegang rekor terbanyak dengan 10 trofi.
Menariknya, trofi pertama Guardiola bersama City pada 2018 juga diraih setelah mengalahkan Arsenal di final, seolah mengulang sejarah di Wembley.
Kiper City, James Trafford, menyebut kemenangan ini sebagai motivasi besar bagi tim untuk menghadapi kompetisi lainnya.
“Ini perasaan luar biasa. Memulai musim dengan trofi adalah standar yang selalu ditetapkan pelatih,” ujarnya.
Setelah menjuarai Carabao Cup, City kini mengalihkan fokus ke Premier League dan Liga Champions.
Namun satu hal yang pasti, dominasi Guardiola di Carabao Cup telah menempatkan namanya di puncak sejarah kompetisi tersebut. (A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini