Oleh: Pdt. Manser Sagala, M.Th
JUMAT AGUNG (Good Friday)
Jumat Agung merupakan momen paling krusial dalam iman Kristiani, di mana umat memperingati pengorbanan, penderitaan, dan kematian Yesus Kristus di bukit Golgota. Peristiwa ini bukan sekadar kisah tragis, melainkan penggenapan rencana keselamatan Allah bagi manusia.
Berikut tahapan perjalanan Yesus menuju kayu salib berdasarkan kesaksian Alkitab:
- Penderitaan di Taman Getsemani
Perjalanan menuju salib diawali dengan pergumulan batin yang mendalam. Yesus berdoa hingga peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah. Dalam momen ini, Ia menyerahkan kehendak-Nya sepenuhnya kepada Bapa.
Firman Tuhan:
“Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Aku kehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:39)
- Pengkhianatan dan Penangkapan
Yesus dikhianati oleh Yudas Iskariot dengan sebuah ciuman. Ia ditangkap seperti seorang penjahat, meskipun tidak melakukan kesalahan. Para murid-Nya tercerai-berai karena ketakutan.
Firman Tuhan:
“Waktu Yesus masih berbicara, datanglah Yudas… dan bersama-sama dia sepasukan besar orang yang membawa pedang dan pentung.” (Matius 26:47)
- Pengadilan yang Tidak Adil
Yesus dihadapkan kepada Imam Besar Kayafas dan kemudian kepada gubernur Romawi, Pontius Pilatus. Ia dituduh menghujat Allah dan memberontak terhadap kekuasaan. Meskipun tidak ditemukan kesalahan, Pilatus menyerah pada desakan massa.
Firman Tuhan:
“Lalu Pilatus bertanya kepada-Nya: ‘Engkau tidak dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?’ Tetapi Ia tidak menjawab satu kata pun.” (Matius 27:13–14)
- Penyiksaan dan Penghinaan
Sebelum disalibkan, Yesus disesah, dipakaikan jubah ungu sebagai ejekan, dan dimahkotai duri. Para prajurit meludahi serta memukul-Nya.
Firman Tuhan
“Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia.” (Matius 27:29)
- Jalan Salib (Via Dolorosa)
Yesus memikul salib-Nya menuju Golgota. Karena kondisi fisik yang lemah, seorang bernama Simon dari Kirene dipaksa membantu memikul salib tersebut.
Firman Tuhan:
“Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, yang dalam bahasa Ibrani disebut Golgota.” (Yohanes 19:17)
- Penyaliban dan Kematian
Puncak penderitaan terjadi saat Yesus disalibkan di antara dua penjahat. Selama enam jam Ia tergantung di kayu salib, menanggung dosa manusia. Pada akhirnya, Ia menyerahkan nyawa-Nya.
Firman Tuhan:
“Yesus berseru dengan suara nyaring: ‘Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.’ Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.” (Lukas 23:46)
Mengapa Disebut Jumat Agung (Good Friday)?
Meskipun penuh penderitaan, hari ini disebut “Agung” karena melalui kematian-Nya, Yesus menebus dosa manusia dan mendamaikan hubungan antara manusia dengan Allah.
Firman Tuhan:
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal.” (Yohanes 3:16)
Kematian Yesus menjadi jembatan keselamatan bagi umat manusia. Tanpa Jumat Agung, tidak akan ada kebangkitan pada hari Paskah.
Makna Bagi Kehidupan
Jumat Agung bukan sekadar mengenang penderitaan, tetapi menghidupi makna pengorbanan yang penuh kasih. Di balik luka dan kematian di kayu salib, tersimpan kasih Allah yang tak terbatas.
Pengorbanan Yesus menjadi bukti bahwa tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni dan tidak ada hidup yang terlalu rusak untuk dipulihkan.
Kiranya momen suci ini menggerakkan hati kita untuk semakin dekat kepada Tuhan, hidup dalam pertobatan, serta meneladani kasih dan kerendahan hati Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
Sebab dari salib lahir pengharapan, dan dari kematian-Nya, manusia menerima kehidupan yang kekal. (A27)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini