Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Lubang Raksasa Aceh Tengah Bukan Sinkhole, Ini Penjelasan Pakar USK

lubang raksasa aceh tengah bukan sinkhole, ini penjelasan pakar usk
Longsoran longsor yang kini menjadi lubang seluas 30.000 meter persegi. (dinasesdmaceh)

Banda Aceh, Sinata.id — Fenomena lubang raksasa akibat gerakan tanah dan longsor yang terus meluas di Kecamatan Ketol serta sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Tengah dipastikan bukan merupakan sinkhole.

Hal tersebut ditegaskan oleh pakar kebencanaan dan ahli geofisika Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Nazli Ismail.

Advertisement

Menurut Nazli, secara geologis peristiwa tersebut tergolong wajar terjadi di Aceh Tengah yang wilayahnya didominasi material vulkanik berpasir. Ia menjelaskan bahwa sinkhole umumnya terbentuk akibat runtuhan tanah di kawasan karst, sementara kondisi di Aceh Tengah memiliki karakteristik yang berbeda.

“Secara sekilas dapat dipastikan itu bukan sinkhole. Sinkhole biasanya terjadi akibat runtuhan di daerah karst. Meski Aceh Tengah dan Bener Meriah juga memiliki bentang alam karst, lapisan tanah di atasnya didominasi pasir, sehingga lebih tepat disebut sebagai gerakan tanah atau longsoran,” ujar Nazli, Kamis (5/2/2026).

Baca Juga  Hujan Deras Guyur Aceh Tengah, Longsor dan Lubang Raksasa Mengancam

Baca juga:Prabowo Matangkan Arah Politik Luar Negeri Bersama Pakar dan Mantan Diplomat

Ia menjelaskan, lapisan pasir tersebut merupakan hasil endapan letusan gunung api yang belum mengalami pemadatan sempurna. Akibatnya, daya ikat antarbutir tanah sangat lemah dan mudah mengalami pergerakan.

“Material pasir pada dasarnya berasal dari letusan gunung api. Ketika belum padat, ikatan antarbutirnya lemah sehingga mudah runtuh,” jelasnya.

Nazli menambahkan, kondisi ini diperparah oleh curah hujan tinggi dan gempa bumi yang dapat memicu pergerakan tanah secara masif. Hujan berkepanjangan membuat air meresap ke dalam tanah dan semakin melemahkan struktur lapisan pasir.

“Bahkan tanpa hujan sekalipun, pergerakan air tanah dari wilayah yang lebih tinggi ke daerah rendah bisa memicu runtuhan, terutama di area dekat jalan atau yang sering dilalui kendaraan berat,” ungkapnya.

Baca Juga  Infrastruktur Rusak, UMKM Terpukul, DPR RI Desak Percepatan Pemulihan Pascabencana

Ia menegaskan, tanpa langkah mitigasi dan perlindungan yang serius, fenomena gerakan tanah tersebut berpotensi terus meluas. Hal ini disebabkan hampir seluruh material di sekitar lokasi berupa pasir yang sangat rentan terhadap runtuhan.

Baca juga:Pilkada Lewat DPRD Menguat, Mayoritas Parpol Sejalan, Pakar Ingatkan Ancaman bagi Demokrasi

“Tanpa proteksi dan mitigasi yang memadai, perluasan area longsor hampir pasti terjadi,” tegas Nazli.

Sebagai informasi, lubang raksasa di Aceh Tengah dilaporkan memiliki kedalaman mencapai puluhan meter dan telah memutus akses utama warga di sejumlah wilayah. Fenomena tersebut juga mengancam area perkebunan serta permukiman masyarakat di sekitarnya. (A02)

 

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini