Banda Aceh, Sinata.id — Fenomena lubang raksasa akibat gerakan tanah dan longsor yang terus meluas di Kecamatan Ketol serta sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Tengah dipastikan bukan merupakan sinkhole.
Hal tersebut ditegaskan oleh pakar kebencanaan dan ahli geofisika Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Nazli Ismail.
Menurut Nazli, secara geologis peristiwa tersebut tergolong wajar terjadi di Aceh Tengah yang wilayahnya didominasi material vulkanik berpasir. Ia menjelaskan bahwa sinkhole umumnya terbentuk akibat runtuhan tanah di kawasan karst, sementara kondisi di Aceh Tengah memiliki karakteristik yang berbeda.
“Secara sekilas dapat dipastikan itu bukan sinkhole. Sinkhole biasanya terjadi akibat runtuhan di daerah karst. Meski Aceh Tengah dan Bener Meriah juga memiliki bentang alam karst, lapisan tanah di atasnya didominasi pasir, sehingga lebih tepat disebut sebagai gerakan tanah atau longsoran,” ujar Nazli, Kamis (5/2/2026).
Baca juga:Prabowo Matangkan Arah Politik Luar Negeri Bersama Pakar dan Mantan Diplomat
Ia menjelaskan, lapisan pasir tersebut merupakan hasil endapan letusan gunung api yang belum mengalami pemadatan sempurna. Akibatnya, daya ikat antarbutir tanah sangat lemah dan mudah mengalami pergerakan.
“Material pasir pada dasarnya berasal dari letusan gunung api. Ketika belum padat, ikatan antarbutirnya lemah sehingga mudah runtuh,” jelasnya.
Nazli menambahkan, kondisi ini diperparah oleh curah hujan tinggi dan gempa bumi yang dapat memicu pergerakan tanah secara masif. Hujan berkepanjangan membuat air meresap ke dalam tanah dan semakin melemahkan struktur lapisan pasir.
“Bahkan tanpa hujan sekalipun, pergerakan air tanah dari wilayah yang lebih tinggi ke daerah rendah bisa memicu runtuhan, terutama di area dekat jalan atau yang sering dilalui kendaraan berat,” ungkapnya.
Ia menegaskan, tanpa langkah mitigasi dan perlindungan yang serius, fenomena gerakan tanah tersebut berpotensi terus meluas. Hal ini disebabkan hampir seluruh material di sekitar lokasi berupa pasir yang sangat rentan terhadap runtuhan.
Baca juga:Pilkada Lewat DPRD Menguat, Mayoritas Parpol Sejalan, Pakar Ingatkan Ancaman bagi Demokrasi
“Tanpa proteksi dan mitigasi yang memadai, perluasan area longsor hampir pasti terjadi,” tegas Nazli.
Sebagai informasi, lubang raksasa di Aceh Tengah dilaporkan memiliki kedalaman mencapai puluhan meter dan telah memutus akses utama warga di sejumlah wilayah. Fenomena tersebut juga mengancam area perkebunan serta permukiman masyarakat di sekitarnya. (A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini