Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Regional

Lewat PANDI, Aksara Batak Memasuki Era Digital

lewat pandi, aksara batak memasuki era digital
Pemko Medan Dukung Pelestarian Aksara Batak Lewat Digitalisasi.

Medan, Sinata.id – Pemerintah Kota Medan menegaskan keseriusannya dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah melalui pemanfaatan teknologi digital.

Penegasan ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Medan, Arrahmaan Pane, mewakili Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas pada kegiatan Selebrasi Lomba Website Aksara Batak yang diselenggarakan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) di Aula FISIP Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (27/8/2025).

Advertisement

Dalam sambutannya, Arrahmaan menilai digitalisasi merupakan langkah penting untuk memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda.

Menurutnya, keberadaan website dapat menjadi sarana efektif dalam memperluas akses masyarakat, khususnya kalangan pelajar, untuk mempelajari sekaligus menghargai aksara Batak.

Baca Juga  Aktivitas Tambang Batu Padas Asahan Disorot Usai Longsor Mematikan

“Website mampu menghadirkan nilai budaya ke ruang global. Karena itu, Pemko Medan konsisten mendukung berbagai inisiatif yang menonjolkan identitas lokal, termasuk pengembangan aksara Batak di ranah digital,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PANDI, Jhon Sihar Simanjuntak, menjelaskan bahwa lomba tersebut menjadi upaya strategis untuk membawa aksara Batak ke dunia digital agar dapat diakses secara lebih luas.

Ia mencontohkan keberhasilan PANDI dalam mendigitalisasi aksara Bali sebelumnya.

“Setelah aksara Bali, kami melanjutkan langkah ini dengan aksara Batak, Sunda, Bugis, serta bahasa daerah lainnya. Tujuannya agar kekayaan budaya Nusantara dapat dikenal dan digunakan oleh masyarakat global,” paparnya. (SN7)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini