Info Market CPO
πŸ—“ Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.2K β€’ 2.6K β€’DMI β€’ LOCO NGABANG β€’ LOCO KEMBAYAN β€’ LOCO PARINDU β€’ FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K Β· LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K Β· LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K Β· FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Model
Ekonomi & Bisnis

Ketua Komisi VII DPR Dorong Akses KUR UMKM Diperluas

ketua komisi vii dpr dorong akses kur umkm diperluas
Ilustrasi

Tangsel – Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mendorong pemanfaatan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar semakin optimal dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Menurutnya, potensi penyaluran KUR yang diperkirakan mencapai sekitar Rp300 triliun pada tahun 2026 harus dikelola secara lebih efektif agar penerima manfaatnya semakin luas.

Advertisement

β€œKami berharap program KUR ke depan bisa dikelola dengan lebih baik. Dana yang jumlahnya kurang lebih Rp300 triliun pada 2026 itu harus bisa diserap lebih luas, terutama oleh penerima baru, termasuk pelaku UMKM di Kota Tangerang Selatan,” kata Saleh.

Baca Juga  Bursa Asia Pasifik Bergejolak, Sentimen Timur Tengah Tekan Pasar Saham

Pernyataan tersebut disampaikan usai memimpin kunjungan kerja reses Tim Komisi VII DPR RI di Tangerang Selatan, Banten, Kamis (5/3/2026).

Saleh menilai pemerintah daerah memiliki peran penting untuk membantu memperluas akses pelaku usaha terhadap program pembiayaan tersebut. Salah satunya dengan melakukan pendataan dan rekrutmen calon penerima KUR secara lebih terstruktur.

Ia menyarankan agar proses penjaringan dilakukan melalui koordinasi antara pemerintah kota dengan para camat dan lurah di seluruh wilayah Tangerang Selatan.

Melalui mekanisme itu, pelaku UMKM dapat diminta menyusun proposal usaha yang nantinya akan melalui proses seleksi dan penyempurnaan sebelum diajukan lebih lanjut.

β€œPelaku UMKM bisa diminta menyiapkan proposal usaha. Proposal tersebut kemudian disaring terlebih dahulu. Jika masih kurang baik, bisa diperbaiki, dan jika belum tepat, mereka juga bisa diberikan edukasi agar lebih siap,” jelas politisi dari Partai Amanat Nasional tersebut.

Baca Juga  Sabut Kelapa Asahan Tembus Ekspor ke Cina, Bupati Dorong Hilirisasi

Setelah proposal dinilai layak, dokumen tersebut dapat diajukan secara kolektif kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia, untuk selanjutnya diproses melalui lembaga keuangan penyalur KUR.

Saleh menjelaskan, sejumlah bank yang selama ini menyalurkan KUR antara lain Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, serta Bank Syariah Indonesia.

Melalui dukungan pembiayaan tersebut, para pelaku UMKM diharapkan dapat memperkuat modal usaha sekaligus memperluas skala bisnisnya.

Baca juga: Kesiapan Hadapi Bencana di Sumbar Disorot, Infrastruktur Kodam hingga Dana Darurat Dibahas

Ia juga menilai minat masyarakat terhadap program KUR selama ini cukup tinggi. Hal itu sejalan dengan meningkatnya kebutuhan permodalan bagi pelaku UMKM di berbagai daerah.

Baca Juga  Rupiah Tembus Rp17.424 per Dolar AS, Airlangga Ungkap Penyebab dan Strategi Pemerintah

Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar penyaluran KUR semakin efektif dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (A18)

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini