Jakarta, Sinata.id – Bosan membersihkan kotoran merpati setiap hari, seorang pengguna Reddit memilih solusi yang tidak biasa.
Alih-alih memasang jaring atau pengusir burung konvensional, ia membangun menara senjata air otomatis bertenaga kecerdasan buatan (AI) yang mampu mendeteksi dan menyemprot merpati secara mandiri.
Perangkat unik tersebut menggunakan kombinasi kamera USB, komputer mini Orange Pi 5, motor servo, serta model AI pendeteksi objek YOLO-World.
Cara kerjanya cukup sederhana namun efektif. Kamera terus memantau area balkon.
Ketika seekor merpati memasuki zona pengawasan, sistem AI langsung mengenali objek tersebut, mengarahkan pistol air ke target, lalu menembakkan semburan air untuk mengusirnya.
Video demonstrasi perangkat ini langsung viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, merpati yang mendarat di balkon tampak segera kabur setelah terkena semprotan air yang ditembakkan secara otomatis oleh sistem.
Banyak pengguna internet memuji kreativitas sang pembuat. Beberapa bahkan menyebut alat tersebut memiliki potensi besar untuk dipasarkan secara komersial.
"Kalau produk ini dijual, saya akan langsung membelinya," tulis salah satu pengguna Reddit.
Menariknya, sistem AI yang digunakan tidak terbatas hanya untuk merpati. Secara teori, model tersebut dapat dilatih untuk mengenali berbagai jenis hewan lain yang dianggap mengganggu, seperti kucing liar atau hewan perusak tanaman.
Meski terdengar seperti teknologi dari film fiksi ilmiah, proyek ini menunjukkan bagaimana kecerdasan buatan kini dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dengan cara yang kreatif dan relatif ramah, karena hanya menggunakan air sebagai alat pengusir tanpa melukai hewan.
Dari luar terlihat seperti mainan biasa. Namun bagi para merpati yang mencoba mendarat di balkon itu, perangkat tersebut mungkin terasa seperti sistem pertahanan udara paling canggih yang pernah mereka hadapi. (A08/odditycentral)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.