Kuala Lumpur, Sinata.id – Perjalanan perdana kereta Malaysia–Singapura dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir 2026.
Melalui moda transportasi ini, masyarakat dan wisatawan dapat bepergian antara Malaysia dan Singapura hanya dalam waktu sekitar lima menit.
Dilansir dari CNA pada Kamis (26/2/2026), proyek Rapid Transit System (RTS) Link dirancang untuk mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan konektivitas antara Johor Bahru, Malaysia, dan Singapura.
Kereta akan berangkat dari Woodlands North MRT station menuju Bukit Chagar station, maupun sebaliknya, dengan interval (headway) tercepat 3,6 menit.
Baca juga:Malaysia Airlines dan Singapore Airlines Resmi Perkuat Kemitraan Strategis
Sebanyak delapan rangkaian RTS Link disiapkan untuk beroperasi pada Desember 2026, berdasarkan pernyataan pers bersama kementerian transportasi Singapura dan Malaysia.
Kereta pertama dari masing-masing stasiun akan berangkat pukul 06.00, sedangkan keberangkatan terakhir dijadwalkan pukul 00.00 setiap hari.
Kapasitas dan Sistem Imigrasi
Setiap kereta mampu mengangkut lebih dari 600 penumpang per perjalanan, dengan kapasitas maksimum hingga 10.000 penumpang per jam per arah. Sistem ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan di perlintasan lintas batas kedua negara.
Seperti perjalanan antarnegara lainnya, penumpang tetap harus melalui pemeriksaan imigrasi. Sekitar 100 gerbang elektronik berbasis AI akan ditempatkan di stasiun untuk mempercepat proses pemeriksaan hingga sekitar tujuh detik.
Selain itu, tersedia 10 jalur pemeriksaan keamanan, 18 pemindai bagasi, serta jalur khusus bagi penumpang tanpa bagasi.
Baca juga:Isu Mualem Nikah Ketiga di Malaysia Viral, Pemerintah Aceh Belum Buka Suara
Tarif dan Rencana Penggantian Layanan Lama
Setelah beroperasi selama enam bulan, rute ini direncanakan menggantikan layanan KTM Shuttle Tebrau rute Woodlands Checkpoint–JB Sentral pada Juni 2027.
Penumpang diperkirakan akan dikenakan tarif sekitar 5–7 dolar Singapura (sekitar Rp66.000–Rp92.000) untuk sekali perjalanan. Namun, tarif resmi masih akan ditetapkan pada paruh kedua 2026.
Biaya tersebut dinilai lebih murah dibandingkan perjalanan menggunakan mobil pribadi antara kedua negara, yang dapat mencapai sekitar 50 dolar Singapura atau sekitar Rp662.000 per hari mulai Januari 2027. (kompas/A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini