Rp200 Triliun untuk Menghidupkan Swasta
Untuk menggerakkan sektor swasta, Purbaya menjalankan strategi yang sempat diragukan banyak ekonom: memindahkan dana sebesar Rp200 triliun dari rekening pemerintah di Bank Indonesia ke sistem perbankan.
“Banyak ekonom yang bilang itu nggak ada gunanya. Mereka nggak tahu bahwa itu adalah strategi untuk menghidupkan domestic demand atau aktivitas privat sektor dan rumah tangga,” tegasnya.
Langkah ini dilakukan atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya: memperkuat likuiditas perbankan agar kredit mengalir lebih deras ke sektor swasta dan rumah tangga.
Hasilnya mulai terlihat sejak triwulan IV-2025 yang mencatat pertumbuhan 5,39 persen — naik dari tren sebelumnya yang stagnan di kisaran 5 persen. Tren itu berlanjut dan menguat di triwulan I-2026.
“Yang tadinya pertumbuhannya 5% atau lebih rendah, triwulan IV-2025 sudah 5,39 persen, dan triwulan I-2026 sudah 5,61 persen. Jadi kita sudah keluar dari kutukan 5 persen. Saya yakin bisa, ini kan baru mulai nih,” jelas Purbaya.
Berikutnya: Debottlenecking dan Iklim Investasi
Purbaya menegaskan, strategi ini belum selesai. Ke depan, ia akan memastikan iklim investasi terus membaik melalui satuan tugas debottlenecking yang tengah berjalan.
“Suasana berinvestasi di Indonesia dibandingkan sebelumnya menjadi lebih baik. Itu yang saya harapkan juga lebih mendorong kontribusi sektor swasta ke kita,” pungkasnya. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini