Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Ekonomi & Bisnis

“Keluar dari Kutukan 5 Persen” — Menkeu Buka Strategi di Balik Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

kutukan
Menkeu Purbaya. (Foto: Infopublik)

Rp200 Triliun untuk Menghidupkan Swasta

Untuk menggerakkan sektor swasta, Purbaya menjalankan strategi yang sempat diragukan banyak ekonom: memindahkan dana sebesar Rp200 triliun dari rekening pemerintah di Bank Indonesia ke sistem perbankan.

“Banyak ekonom yang bilang itu nggak ada gunanya. Mereka nggak tahu bahwa itu adalah strategi untuk menghidupkan domestic demand atau aktivitas privat sektor dan rumah tangga,” tegasnya.

Advertisement

Langkah ini dilakukan atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya: memperkuat likuiditas perbankan agar kredit mengalir lebih deras ke sektor swasta dan rumah tangga.

Hasilnya mulai terlihat sejak triwulan IV-2025 yang mencatat pertumbuhan 5,39 persen — naik dari tren sebelumnya yang stagnan di kisaran 5 persen. Tren itu berlanjut dan menguat di triwulan I-2026.

“Yang tadinya pertumbuhannya 5% atau lebih rendah, triwulan IV-2025 sudah 5,39 persen, dan triwulan I-2026 sudah 5,61 persen. Jadi kita sudah keluar dari kutukan 5 persen. Saya yakin bisa, ini kan baru mulai nih,” jelas Purbaya.

Berikutnya: Debottlenecking dan Iklim Investasi

Purbaya menegaskan, strategi ini belum selesai. Ke depan, ia akan memastikan iklim investasi terus membaik melalui satuan tugas debottlenecking yang tengah berjalan.

“Suasana berinvestasi di Indonesia dibandingkan sebelumnya menjadi lebih baik. Itu yang saya harapkan juga lebih mendorong kontribusi sektor swasta ke kita,” pungkasnya. (A08)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini