Tapanuli Tengah, Sinata.id – Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Tapanuli Tengah (Tapteng), Mariati Simanulang sebut bantuan jaminan hidup (jadup) tahap 2, hoaks.
Pernyataan itu disampaikan Mariati ketika puluhan warga mendatangi Kantor Bupati Tapteng untuk mempertanyakan tentang bantuan jadup kepada korban bencana longsor dan banjir bulan Nopember 2025 lalu.
Hanya saja pernyataan Kadis Sosial itu tidak selaras dengan informasi yang diungkap Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu saat meninjau sungai di Kecamatan Badiri, beberapa hari yang lalu.
Saat bertemu Kadis Sosial, masyarakat Sibuluan Terpadu mempertanyakan pertanggungjawaban bantuan jadup, seiring dengan informasi akan ada pencairan bantuan jadup.
“Jadup tahap satu sudah keluar, nama bapak, ibu ada keluar di tahap dua? Itu tahap kedua hoaks,” kata Kadis Sosial Mariati ke warga, Kamis (16/4/2026).
Menurut Mariati, sekira satu atau dua pekan ke depan, akan ada pencairan bentuk bantuan lainnya. Yakni, bantuan isi hunian, dan bantuan pemulihan ekonomi.
“Yang akan turun itu isi hunian dan pemulihan ekonomi, kalau jadup tahap dua itu belum, masih proses jangan kita terprovokasi,” ujarnya.
Dikatakan Mariati, pada tahap satu kemarin, sudah dilakukan pendataan. Untuk pendataan ke dua, akan lebih diperhatikan lagi. “Intinya, kalau emang ada nama bapak tahap dua, itu pasti keluar,” katanya lagi.
Kepada Kadis Sosial, salah satu warga mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan jadup, padahal rumah tempat tinggalnya sudah dua kali terkena bencana banjir.
“Kami disini bukan rakus ibu, hak kami yang kami minta,” ujar warga tersebut saat bertemu dengan Kadis Sosial di Kantor Bupati Tapteng.
Sejumlah warga menginformasikan, bahwa masyarakat terdampak bencana sudah berulang kali menyerahkan data berupa Kartu Keluarga. Hanya saja hingga saat ini, bantuan tak juga diperoleh.
“Habis dari Dinas Sosial, kalian arahkan kami ke BPBD. Dari BPBD kalian arahkan kami ke Dinas Sosial,” kesal warga lainnya. (SN16)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini