Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Kabar Gembira! THR ASN 2026 Segera Cair, Cek Jadwal dan Nominalnya

kabar gembira! thr asn 2026 segera cair, cek jadwal dan nominalnya
Ilustrasi THR. (gettyimages)

Jakarta, Sinata.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal bahwa pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI, dan anggota Polri akan dilakukan dalam waktu dekat, yakni pada minggu pertama Ramadhan 2026.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memastikan kesiapan anggaran, meskipun Peraturan Pemerintah (PP) terbaru untuk tahun 2026 masih dalam tahap finalisasi.

Advertisement

“Minggu pertama puasa, sebentar lagi,” ujar Purbaya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Estimasi Jadwal Pencairan

Karena terdapat perbedaan awal Ramadhan, berikut perkiraan waktu pencairan:

Baca juga:THR Harus Sudah Dibayar Paling Lama 2 Minggu Sebelum Lebaran

Jika 1 Ramadhan jatuh pada 18 Februari 2026: estimasi cair 18–25 Februari 2026.

Baca Juga  Kelakar Menkeu Purbaya Saat Mendadak Dipanggil Presiden ke Istana

Jika 1 Ramadhan jatuh pada 19 Februari 2026: estimasi cair 19–26 Februari 2026.

Penyaluran dilakukan secara bertahap melalui mekanisme Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) ke bank penyalur.

Anggaran Naik 10 Persen

Tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk THR ASN, TNI, Polri, dan pensiunan. Jumlah tersebut meningkat sekitar 10 persen dibandingkan alokasi tahun 2025 yang sebesar Rp49 triliun.

Kebijakan ini mengacu pada regulasi tahun sebelumnya, yakni Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2025, sembari menunggu aturan terbaru 2026 disahkan.

Daftar Penerima THR

Berdasarkan acuan regulasi sebelumnya, penerima THR meliputi:

Baca juga:Alokasikan Rp55 Triliun, THR PNS, TNI dan Polri Cair Awal Ramadhan

Baca Juga  ASN Pemda WFH Setiap Jumat Mulai April 2026, Ini Aturan Lengkapnya

PNS, CPNS, dan PPPK

Prajurit TNI dan anggota Polri

Pejabat negara
Pensiunan PNS, TNI, Polri, dan pejabat negara

Ahli waris sah (janda/duda/anak)

Veteran dan perintis kemerdekaan

Estimasi Nominal Berdasarkan Jabatan

Pimpinan dan Anggota Lembaga Nonstruktural
Ketua/Kepala: maksimal Rp31.474.800
Wakil Ketua/Wakil Kepala: maksimal Rp29.665.400
Sekretaris: maksimal Rp28.104.300
Anggota: maksimal Rp28.104.300

Pejabat Struktural
Eselon I/Pimpinan Tinggi Utama/Madya: maksimal Rp24.886.200
Eselon II/Pimpinan Tinggi Pratama: maksimal Rp19.514.800
Eselon III/Administrator: maksimal Rp13.842.300
Eselon IV/Pengawas: maksimal Rp10.612.900

Pegawai Non-ASN (Berdasarkan Pendidikan dan Masa Kerja)
SD/SMP ≤10 tahun: maksimal Rp4.285.200
SD/SMP >20 tahun: maksimal Rp5.052.600
SMA/DI ≤10 tahun: maksimal Rp4.907.700
DII/DIII ≤10 tahun: maksimal Rp5.488.500
S1/DIV ≤10 tahun: maksimal Rp6.591.000
S2/S3 >20 tahun: maksimal Rp9.050.500

Baca Juga  Alarm Fiskal: 3 Lembaga Rating Dunia Beri Outlook Negatif untuk Indonesia

Baca juga:THR ASN 2026 Tembus Rp55 Triliun, Angka Tertinggi dalam Sejarah APBN

Nominal tersebut merupakan batas maksimal sesuai ketentuan sebelumnya dan dapat mengalami penyesuaian dalam regulasi terbaru.

Percepatan pencairan THR dinilai sebagai langkah strategis pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat pada awal Ramadhan. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama 2026 berada di kisaran 5,5–6 persen.

Dengan pencairan di awal Ramadhan, ASN diharapkan memiliki waktu lebih longgar dalam merencanakan kebutuhan pokok, zakat, serta persiapan Idulfitri. (A02)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini