Singapura, Sinata.id – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, harus terhenti di babak pertama Singapore Open 2026 setelah kalah dari wakil India, Prannoy HS, Rabu (27/5/2026).
Dalam turnamen level BWF Super 750 yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium itu, Jonatan menyerah melalui pertandingan rubber game dengan skor 21-10, 12-21, dan 18-21.
Pada gim pertama, Jonatan sempat berada di bawah tekanan setelah tertinggal 1-3. Namun, ia mampu bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 3-3.
Setelah itu, permainan Jonatan berkembang pesat. Variasi pukulan dan permainan net yang efektif membuat Prannoy kesulitan mengembangkan permainan. Jonatan pun unggul saat interval dengan skor 11-5.
Dominasi Jonatan terus berlanjut. Smes silang dan drive tajam yang dilepaskannya beberapa kali menghasilkan poin tambahan. Sementara itu, Prannoy kerap melakukan kesalahan sendiri, baik karena pengembalian yang keluar maupun bola yang menyangkut di net.
Jonatan akhirnya menutup gim pertama dengan kemenangan telak 21-10 setelah pengembalian terakhir Prannoy keluar dari area permainan.
Jonatan Kehilangan Ritme di Gim Kedua
Memasuki gim kedua, Prannoy tampil lebih agresif. Pebulu tangkis asal India itu mulai menekan pertahanan Jonatan melalui smes keras dan tempo permainan cepat.
Meski sempat memberikan perlawanan dan memperkecil ketertinggalan menjadi 7-9, Jonatan beberapa kali melakukan kesalahan sendiri yang menguntungkan lawan. Prannoy pun memimpin saat interval gim kedua dengan skor 11-7.
Selepas interval, Jonatan kesulitan mengimbangi permainan cepat Prannoy. Kepercayaan diri lawan meningkat, sedangkan Jonatan justru banyak melakukan error.
Gim kedua akhirnya menjadi milik Prannoy dengan skor 21-12.
Kehilangan Momentum di Gim Penentuan
Pada gim ketiga, Jonatan kembali menemukan ritme permainan dan sempat memimpin 6-3 berkat variasi pukulan yang efektif.
Namun, Prannoy mampu mengejar hingga menyamakan kedudukan 6-6. Pertandingan kemudian berlangsung sengit dengan kedua pemain saling bergantian meraih poin.
Prannoy menutup interval gim ketiga dengan keunggulan tipis setelah berhasil membalikkan keadaan.
Situasi tersebut membuat Jonatan berada di bawah tekanan. Beberapa kesalahan yang tidak perlu membuat Prannoy unggul 13-11.
Jonatan sempat bangkit dan menyamakan skor menjadi 14-14. Persaingan ketat terus terjadi hingga kedudukan imbang 18-18.
Sayangnya, Jonatan kehilangan momentum pada poin-poin krusial. Prannoy sukses meraih tiga poin beruntun untuk memastikan kemenangan dengan skor 21-18 sekaligus mengakhiri langkah Jonatan di Singapore Open 2026. (kcm/A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini