Jakarta, Sinata.id – Keluhan nyeri sendi tidak lagi identik dengan usia lanjut dan kini juga banyak dialami kelompok usia muda, sehingga mendorong pemanfaatan bahan herbal sebagai alternatif penanganan, selain terapi medis konvensional.
Pengurus Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Nadia Bunga Anggraini, menyebut sejumlah bahan alami memiliki potensi meredakan nyeri dan peradangan pada sendi. Hal itu disampaikan dalam temu media di Jakarta Selatan, Rabu (21/3).
Menurutnya, salah satu bahan yang dapat dimanfaatkan adalah susu kambing, khususnya dari jenis etawa. Kandungan antioksidan, probiotik, serta keseimbangan protein di dalamnya dinilai berperan dalam menekan proses inflamasi.
Selain itu, komponen seperti oligosakarida dan selenium disebut turut mendukung kesehatan tulang dan membantu mengurangi risiko gangguan sendi, termasuk osteoporosis.
Selain susu kambing, temulawak juga menjadi pilihan herbal yang telah diteliti memiliki efek antiinflamasi. Tanaman rimpang asli Indonesia ini mengandung kurkuminoid dan xantorizol yang berfungsi meredakan nyeri.
Konsumsi temulawak dinilai relatif aman dengan kisaran dosis tertentu, baik dalam bentuk ekstrak maupun rimpang segar.
Jahe juga termasuk bahan yang kerap digunakan untuk mengatasi nyeri sendi. Kandungan gingerol di dalamnya memiliki efek antiinflamasi dan analgetik, serta membantu meningkatkan sirkulasi darah. Senyawa ini bekerja dengan mekanisme yang serupa dengan obat antiinflamasi nonsteroid, namun tanpa efek iritasi pada lambung.
Sementara itu, kayu manis mengandung senyawa aktif seperti sinamaldehid yang berperan menghambat enzim pemicu peradangan. Dalam sejumlah uji klinis, konsumsi ekstrak kayu manis dilaporkan mampu menurunkan indikator inflamasi dan nyeri pada penderita gangguan sendi.
Bahan lain yang turut dimanfaatkan adalah sereh. Kandungan sitral pada tanaman ini diketahui memiliki efek antiinflamasi. Penggunaan secara topikal, seperti kompres air sereh hangat, dilaporkan dapat membantu mengurangi nyeri pada kasus tertentu, termasuk radang sendi.
Keluhan nyeri sendi, meski kerap dianggap ringan, dapat berdampak pada aktivitas harian jika tidak ditangani dengan tepat. Pemanfaatan bahan herbal menjadi salah satu opsi yang digunakan masyarakat, dengan tetap mempertimbangkan keamanan dan anjuran tenaga medis. (A58)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini