Teheran, Sinata.id – Dari krisis sandera, perang berkepanjangan, hingga sengketa nuklir, perjalanan Iran sejak Revolusi Islam 1979 terus membentuk identitas politik dan kebijakan negaranya.
Gelombang protes di Iran kerap menjadi sorotan dunia. Pemerintah dan kelompok oposisi saling menuduh sebagai pihak yang memperkeruh situasi dan meningkatkan kekerasan. Pemerintah Iran juga berulang kali menyatakan bahwa campur tangan asing berada di balik aksi-aksi protes tersebut.
Demonstrasi ini menjadi bagian dari rangkaian perlawanan terhadap sistem pemerintahan Iran sejak revolusi 1979 yang menggulingkan Shah Mohammad Reza Pahlavi dan mengantarkan berdirinya Republik Islam Iran.
Selain gejolak politik, negara ini juga berulang kali menghadapi krisis besar lainnya, mulai dari gempa bumi mematikan, perang, sanksi internasional, ketegangan nuklir, intervensi regional, hingga dinamika politik internal.
Baca juga:Presiden Iran Turun ke Jalan di Tengah Krisis Ekonomi dan Gelombang Protes
Berikut garis waktu sejumlah peristiwa penting dalam perjalanan Iran selama hampir lima dekade terakhir:
1979
Februari: Ayatollah Ruhollah Khomeini kembali ke Iran setelah 14 tahun diasingkan di Irak dan Prancis.
April: Melalui referendum nasional, Iran resmi dinyatakan sebagai Republik Islam.
November: Amerika Serikat (AS) memberlakukan sanksi pertamanya terhadap Iran menyusul krisis penyanderaan diplomat AS di Kedutaan Besar AS di Teheran.
1980
September: Irak menginvasi Iran. Perang Iran–Irak berlangsung selama delapan tahun dengan perkiraan korban tewas sekitar 500.000 orang, di mana Iran mengalami kerugian lebih besar. Irak juga menggunakan senjata kimia terhadap warga Iran dan Kurdi Irak.
1981
Januari: Seluruh sandera AS dibebaskan, mengakhiri krisis sandera Iran.
Juni: Bom meledak di markas Partai Republik Islam di Teheran, menewaskan puluhan pejabat senior, termasuk Kepala Kehakiman Mohammad Beheshti.
Agustus: Presiden Mohammad-Ali Rajai dan Perdana Menteri Mohammad Javad Bahonar tewas dalam serangan bom. Pemerintah menyalahkan kelompok oposisi Mojahedin-e Khalq (MEK).
1982
Juni: Israel menginvasi Lebanon. Iran mulai mendanai dan mendukung kelompok yang kemudian dikenal sebagai Hizbullah.
Baca juga:Polisi Iran Klaim Situasi Nasional Kembali Tenang Usai Gelombang Kerusuhan
1988
Juli: Kapal perang AS USS Vincennes menembak jatuh pesawat sipil Iran Air di Teluk Persia, menewaskan seluruh 290 penumpang.
Agustus: Gencatan senjata Iran–Irak dimulai melalui mediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
1989
Juni: Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ruhollah Khomeini wafat. Ayatollah Ali Khamenei dipilih sebagai penggantinya oleh Majelis Pakar.
1990
Juni: Gempa bumi besar melanda Iran dan menewaskan sekitar 40.000 orang.
1995
Maret–Mei: AS memberlakukan sanksi minyak dan perdagangan terhadap Iran, dengan tuduhan dukungan terhadap terorisme dan ambisi senjata nuklir.
1998
September: Taliban mengakui pembunuhan delapan diplomat Iran dan seorang jurnalis di Afghanistan. Iran mengerahkan ribuan pasukan ke perbatasan.
2002
Januari: Presiden AS George W. Bush menyebut Iran sebagai bagian dari “poros kejahatan”.
2003
Maret: AS menginvasi Irak. Iran mulai mendukung milisi dan kelompok politik Syiah di negara tersebut.
November: Iran mengumumkan penangguhan sementara pengayaan uranium dan mengizinkan inspeksi PBB yang lebih luas.
Desember: Gempa Bam menewaskan hingga 40.000 orang di Iran selatan.
2006
Desember: Dewan Keamanan PBB menjatuhkan sanksi terkait program nuklir Iran.
2007
Oktober: AS memberlakukan sanksi tambahan terhadap Iran.
2010
Baca juga:Gunung Berapi Taftan di Iran Tunjukkan Aktivitas Setelah 700 Ribu Tahun “Tidur”
Juni: DK PBB menjatuhkan sanksi keempat terkait program nuklir Iran.
September: Iran menuduh Israel dan AS terlibat dalam serangan siber terhadap fasilitas nuklirnya.
2011
Maret: Iran mendukung rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam menumpas pemberontakan rakyat.
2012
Januari: Uni Eropa memboikot ekspor minyak Iran.
September: IAEA menyatakan hambatan inspeksi di fasilitas militer Parchin.
Oktober: Nilai mata uang rial Iran jatuh drastis akibat sanksi internasional.
2015
Juli: Iran menandatangani kesepakatan nuklir JCPOA dengan AS dan negara-negara besar dunia.
2018
Mei: Presiden AS Donald Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir JCPOA.
2020
Januari: Komandan Pasukan Quds IRGC, Qassem Soleimani, tewas dalam serangan drone AS di Baghdad.
2024
April: Israel membom Kedutaan Besar Iran di Damaskus, menewaskan tujuh orang, termasuk dua jenderal IRGC.
Mei: Presiden Iran Ebrahim Raisi meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter.
Juli: Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dibunuh di Teheran.
2025
Juni: Israel menyerang Iran, memicu perang selama 12 hari yang menewaskan sedikitnya 610 warga Iran dan 28 warga Israel. (aljazeera/A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini