Pematangsiantar, Sinata.id – Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan Indonesia resmi menjadi salah satu negara pendiri Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Status tersebut ditandai dengan penandatanganan piagam di Bad Ragaz, Swiss, yang dilakukan oleh para negara perintis.
Dalam agenda itu, Presiden Prabowo Subianto turut membubuhkan tanda tangan atas nama Indonesia. Sugiono menjelaskan, dari sekitar 60 negara yang menerima undangan, hanya 20 negara yang hadir dan menandatangani piagam sehingga ditetapkan sebagai founding members.
“Yang menandatangani kemarin adalah negara-negara yang sejak awal menyatakan kesediaan bergabung. Karena tidak semua bisa hadir, akhirnya hanya 20 negara yang tercatat sebagai pendiri,” ujar Sugiono dalam keterangan pers di Swiss, Sabtu (24/1/2026).
Ia menambahkan, Indonesia termasuk sedikit negara Asia Tenggara yang masuk dalam kelompok tersebut. Vietnam juga menyatakan bergabung, meskipun tidak hadir langsung pada sesi penandatanganan.
Menurut Sugiono, undangan pembentukan BoP dikirimkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam dua kategori: undangan untuk bergabung dan undangan khusus untuk penandatanganan piagam. Negara yang menandatangani dinilai sebagai early responders dan otomatis menjadi anggota pendiri.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menandatangani piagam Dewan Perdamaian di sela kunjungan kerjanya ke Swiss. Dengan langkah itu, Indonesia resmi menjadi bagian dari badan internasional yang digagas untuk mengawal proses administrasi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pada masa transisi pascakonflik.
Pembentukan Dewan Perdamaian merupakan bagian dari Comprehensive Plan to End the Gaza Conflict atau peta jalan 20 poin, yang telah mendapat dukungan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi 2803 Tahun 2025. Resolusi tersebut juga mengamanatkan pembentukan struktur pemerintahan Gaza yang bersifat teknokratis dan nonpolitis melalui National Committee for the Administration of Gaza (NCAG). (A18)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini