Pematangsiantar, Sinata.id – Seorang pejabat senior gerakan perlawanan Hizbullah memperingatkan Amerika Serikat agar tidak mengambil langkah militer terhadap Iran, karena berpotensi memicu eskalasi konflik berskala regional.
Peringatan itu disampaikan Nawaf al-Moussawi, Kepala Bidang Perbatasan dan Sumber Daya Hizbullah, sebagaimana dikutip media Iran Press TV pada Kamis (29/1/2026). Ia menilai setiap aksi militer Washington terhadap Teheran kemungkinan besar berangkat dari salah perhitungan dan dapat “memicu letusan gunung berapi di kawasan.”
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan menyusul retorika keras Presiden AS Donald Trump, yang belakangan melontarkan ancaman agresi militer terhadap Iran. Dalam perkembangan terkait, Washington dilaporkan mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln beserta armada pendamping ke wilayah Asia Barat, dekat perairan Iran.
Menurut Moussawi, Trump menginginkan tercapainya kesepakatan dengan Iran. Namun jika upaya itu gagal, Washington disebut-sebut berupaya menekan hingga menjatuhkan pemerintahan Teheran.
Meski demikian, Moussawi menegaskan bahwa serangan militer, sekalipun dilakukan, tidak akan cukup untuk menggulingkan rezim pemerintah Iran.
Saat ditanya mengenai kemungkinan keterlibatan Hizbullah apabila terjadi serangan AS terhadap Iran, Moussawi memilih tidak memberikan jawaban pasti. “Kita akan membahasnya nanti,” ujarnya singkat. (A18)
Sumber: Iran Press TV









Jadilah yang pertama berkomentar di sini