Saat ini, industri farmasi Indonesia masih mengimpor sekitar 85 hingga 95 persen bahan baku obat. Tingginya ketergantungan tersebut menyebabkan biaya produksi meningkat ketika nilai tukar rupiah melemah.
Kondisi itu berpotensi mendorong kenaikan harga obat di pasaran hingga 10–20 persen. Namun, karena tidak seluruh komponen produksi bergantung pada bahan baku impor, dampak terhadap harga jual akhir obat diperkirakan masih dapat dikendalikan. (SN27)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.