Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Dunia

Hadapi AS, Venezuela Minta Rudal hingga Drone dari Rusia-China & Iran

hadapi as, venezuela minta rudal hingga drone dari rusia-china & iran
Ketegangan AS dan Venezuela meningkat. ist

Venezuela, Sinata.id – Keputusan Venezuela untuk meminta bantuan militer dari Rusia, China, dan Iran di tengah eskalasi ketegangan dengan Amerika Serikat (AS). Sikap ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai kalkulasi risiko dan konsekuensi jangka panjangnya.

Laporan yang diungkap The Washington Post berdasarkan dokumen pemerintah AS ini menunjukkan langkah putus asa Presiden Nicolas Maduro, yang tidak hanya meningkatkan perlombaan senjata, tetapi juga memperdalam polarisasi geopolitik di kawasan Karibia.

Advertisement

Permintaan Maduro kepada Presiden China Xi Jinping untuk detektor radar, serta dorongan Caracas kepada Iran untuk menyediakan peralatan pengacau radar dan drone jarak jauh 1.000 kilometer, secara gamblang menyebutkan “eskalasi” dengan AS sebagai pemicu.

Baca Juga  Pesawat Kargo Jatuh di Hong Kong, Satu Staf Hilang

Jelas, ini bukan hanya sekadar modernisasi pertahanan, melainkan upaya mendesak untuk menanggapi kehadiran armada angkatan laut AS di Karibia barat—yang diklaim Washington bertugas melawan kartel narkoba “makroteroris” Maduro.

Klaim AS ini, yang dibantah keras oleh Maduro, menjadi panggung bagi sebuah konflik yang semakin militeristik.

Kritisisme muncul terkait permintaan Menteri Perhubungan Venezuela, Ramon Celestino Velazquez, kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk rudal dan perbaikan jet tempur Su-30MK2 serta sistem radar yang ada.

Keterlibatan Rusia, yang baru-baru ini meratifikasi perjanjian kemitraan strategis dengan Venezuela, diperkuat oleh pernyataan juru bicara Maria Zakharova yang tegas “mendukung upaya Venezuela mempertahankan kedaulatan nasionalnya” dari ancaman mana pun.

Baca Juga  Penumpang Diusir dari Pesawat karena Suara Azan di Ponsel

Namun, dukungan Moskow dan kemungkinan respons Beijing serta Teheran—yang masih belum jelas—berpotensi mengubah Venezuela menjadi titik panas konflik proksi, mengorbankan stabilitas regional demi ambisi geopolitik ketiga negara tersebut.

Alih-alih mencari solusi diplomatik yang meredakan ketegangan domestik dan internasional, rezim Maduro justru memilih untuk memperkuat posisi konfrontatifnya.

Ketergantungan pada poros kekuatan anti-Barat ini secara efektif menukarkan kedaulatan strategis dengan dukungan militer jangka pendek, sebuah langkah yang dipertanyakan apakah benar-benar demi kepentingan rakyat Venezuela atau hanya untuk kelangsungan kekuasaan. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini