Zulkarnaini menegaskan, pengeboran tersebut merupakan sumur bor untuk kebutuhan air bersih dan pengairan sawah warga, bukan aktivitas pengeboran minyak seperti informasi yang beredar di media sosial.
Hingga Jumat siang, api masih terlihat menyala di lokasi kejadian.
Warga pun terus berdatangan untuk melihat fenomena tersebut, sementara area sekitar telah dipasangi garis polisi oleh aparat.
Pemerintah desa juga telah meminta bantuan pihak terkait, termasuk PT Pema Global Energi untuk melakukan pengecekan terhadap kemungkinan adanya kandungan gas berbahaya di lokasi semburan.
Selain membakar kebun sawit dan merusak rumah warga, material lumpur dari semburan juga dilaporkan menimbun area pemakaman umum di desa tersebut. (A08)
1 2










Jadilah yang pertama berkomentar di sini