Samosir, Sinata.id – Rina Sry Nirwana Tarigan kini memimpin Polres Samosir dengan pendekatan humanis dan komunikatif.
Perwira menengah Polri berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) itu menjabat sejak Januari 2026, menggantikan Rina Frillya.
Penugasan di Samosir menjadi sorotan karena wilayah tersebut merupakan kawasan strategis pariwisata nasional di kawasan Danau Toba.
Profil Singkat
AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan dikenal sebagai polisi wanita berpengalaman dengan latar belakang penugasan yang beragam, mulai dari bidang operasional, manajerial, hingga hubungan internasional.
Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 2005 dan lulusan Sespimmen Polri Angkatan 61 Tahun 2021.
Rekam Jejak Karier
Sebelum menjabat Kapolres Samosir, Rina pernah menempati sejumlah posisi penting, di antaranya:
1.Kasat Lantas Polresta Deli Serdang
2.Kabag Sumda Polresta Medan
3.Bertugas di Divhubinter Polri
4.Terlibat dalam kerja sama internasional dan aktivitas terkait Interpol
Kepemimpinan Humanis dan Modern
Sejak awal menjabat, AKBP Rina menarik perhatian karena gaya kepemimpinan yang tegas namun dekat dengan personel dan masyarakat.
Dalam apel perdananya, ia menggunakan Bahasa Inggris sebagai bentuk motivasi kepada anggota. Langkah itu dinilai relevan karena Samosir merupakan tujuan wisata internasional yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.
Selain itu, ia juga aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi publik dan edukasi.
Melalui akun Instagram @rintas2005, ia pernah menulis pesan kepada masyarakat:
“Halo, Samosir. Udah hampir 3 bulan jadi Kapolres di sini. Dukung aku ya. Banyak kali program di kepalaku ini yang akan aku jalankan…”
Sebagai Kapolres di kawasan destinasi super prioritas, tantangan yang dihadapi cukup kompleks, antara lain pengamanan kawasan wisata, pelayanan masyarakat dan wisatawan, ketertiban lalu lintas, keamanan transportasi penyeberangan, serta sinergi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat.
Kehadiran AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan menjadi simbol kepemimpinan polwan yang profesional, adaptif, dan dekat dengan masyarakat.
Dengan gaya humanisnya, ia diharapkan mampu menjaga keamanan sekaligus mendukung kemajuan pariwisata Samosir. (A08)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini