Jakarta, Sinata.id – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ekonomi dan bisnis ke Jepang sejak Minggu (29/03/2026)
Dalam pidato di hadapan petinggi Jepang pada Selasa, (31/03/2026), Prabowo berbicara tentang kemitraan ekonomi Indonesia-Jepang yang sudah berlangsung puluhan tahun.
Dia menyebut, Jepang merupakan mitra yang sangat penting bagi Indonesia.
“Hubungan ekonomi kita telah dibangun selama puluhan tahun, dengan partisipasi kuat dari perusahaan-perusahaan Jepang di berbagai sektor ekonomi Indonesia,” katanya.
Jepang secara konsisten mendukung pembangunan ekonomi Indonesia.
“Banyak di antara Anda telah menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Anda mengenal Indonesia dengan baik—masyarakatnya, pasarnya, budayanya, dan potensinya. Namun, Indonesia saat ini tidak lagi sama seperti 20 atau 25 tahun yang lalu,” kata Prabowo.
Indonesia menurut dia, kini bergerak lebih cepat dari sebelumnya. Berupaya menjadi lebih kompetitif dan bertekad memasuki fase pertumbuhan baru.
Prabowo menekankan kehadiran dirinya tidak hanya untuk melanjutkan kemitraan yang sudah ada selama ini, tetapi juga untuk meningkatkannya ke tingkat yang lebih tinggi dan lebih cepat.
Prabowo meyakini hubungan ekonomi yang kuat akan menghasilkan perdamaian dan persahabatan yang langgeng.
Disinggungnya bahwa Jepang telah lama menjadi salah satu mitra ekonomi paling terpercaya bagi Indonesia. Perdagangan antara kedua negara tetap kuat, dan investasi Jepang memainkan peran besar dalam perkembangan industri kita.
Perusahaan Jepang di Indonesia dinilai membawa investasi berkualitas tinggi; disiplin dan efisiensi; teknologi maju; dan komitmen jangka panjang.
Itu sebabnya kta Prabowo, investasi Jepang dihormati, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia.
“Saya pribadi sangat menghargai hubungan ini,” tukasnya.
Prabowo mengatakan, dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, menjaga hubungan ekonomi yang rasional sangatlah penting.
Indonesia imbuh dia, adalah negara dengan ekonomi terbuka. Bergantung pada perdagangan; mengandalkan kemitraan ekonomi; dan menganut politik luar negeri bebas aktif (non-blok)
“Filosofi kami sederhana. Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,” kata Prabowo.
Dia menyebut, Indonesia berada dalam posisi yang nyaman karena tidak memiliki musuh. Indonesia menjaga hubungan baik dengan semua negara, termasuk kekuatan besar dunia.
Sejumlah langkah strategis dan komitmen melakukan reformasi nyata dijalankan, seperti menegakkan supremasi hukum; mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efisien; serta melakukan transformasi strategis dan ekonomi
Prabowo lantas menekankan keinginan pemerintahannya bertekad naik ke rantai nilai yang lebih tinggi; mempercepat industrialisasi; meningkatkan kesejahteraan masyarakat; dan menghapus kemiskinan dan kelaparan
“Kami tidak bisa lagi hanya mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah. Sumber daya alam harus memberikan manfaat maksimal bagi rakyat,” tandasnya.
Lebih jauh dia mengungkap komitmen Indonesia untuk melindungi sumber daya alam, seraya melakukan reforestasi besar-besaran dan beralih ke energi terbarukan.
“Kami punya target mencapai 100 gigawatt energi surya dalam tiga tahun. Mengembangkan energi panas bumi dan biofuel. Meningkatkan penggunaan biodiesel berbasis sawit (dari 40% menjadi 50%) dan mengembangkan bahan bakar berbasis etanol,” katanya. [tm]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini