Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Regional

DPRD Bongkar Dugaan “Settingan” Seleksi JPT Pematangsiantar, BKD Dipanggil

dprd bongkar dugaan “settingan” seleksi jpt pematangsiantar, bkd dipanggil
Ketua Komisi I DPRD Kota Pematangsiantar, Robin Manurung, yang menyatakan pihaknya akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dugaan persoalan dalam proses Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemko Pematangsiantar. (Foto: Istimewa)

Pematangsiantar, Sinata.id – Komisi I DPRD Kota Pematangsiantar merespons serius dugaan “kecurangan” dalam proses Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama yang belakangan menuai sorotan publik.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) dijadwalkan digelar pada Senin, 18 Mei 2026, dengan menghadirkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) serta pihak pelapor dari Forum Pengawasan Kebijakan Publik (FPKP).

Advertisement

Ketua Komisi I DPRD Pematangsiantar, Robin Manurung, mengatakan agenda tersebut digelar sebagai tindak lanjut atas surat pengaduan yang telah masuk ke lembaga legislatif.

“Rencana Senin (18/5/2026), kita akan mengundang BKD dan pihak yang mengirim surat pengaduan itu,” ujar Robin, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, salah satu fokus pembahasan dalam RDP nanti adalah menyangkut regulasi dan mekanisme pelaksanaan seleksi JPT Pratama yang dinilai perlu diklarifikasi secara terbuka.

Baca Juga  Tak Tunggu Pendataan Rampung, Satgas PRR Mulai Salurkan Bantuan Pascabencana di Sumatera

Sebelumnya, FPKP melayangkan laporan resmi ke DPRD Pematangsiantar terkait dugaan adanya “manipulasi” data administrasi dalam proses seleksi pejabat tinggi pratama tersebut. Dalam laporannya, FPKP juga menduga adanya “pengondisian pemenang” untuk mengisi sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kota Pematangsiantar.

dprd bongkar dugaan “settingan” seleksi jpt pematangsiantar, bkd dipanggil
Kepala bkpsdm kota pematangsiantar timbul hamonangan simanjuntak (kiri), peserta seleksi terbuka jpt pratama syaiful rizal (tengah), dan sekretaris daerah kota pematangsiantar junaedi sitanggang (kanan) yang menjadi sorotan dalam dinamika seleksi pejabat tinggi pratama di lingkungan pemerintah kota pematangsiantar. (foto: kolase dari berbagai sumber)

Sorotan turut diarahkan kepada salah satu peserta seleksi, yakni Syaiful Rizal. FPKP mempertanyakan “keabsahan” dokumen administrasi yang bersangkutan dan meminta DPRD mengambil langkah tegas guna memastikan proses seleksi berjalan sesuai aturan.

Selain itu, berkembang pula sorotan publik terkait dugaan adanya dominasi kelompok tertentu yang dikaitkan dengan latar belakang alumni STPDN dalam dinamika seleksi tersebut. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran sebagian pihak terhadap prinsip objektivitas dan profesionalitas dalam penentuan pejabat hasil seleksi terbuka.

Baca Juga  Seluruh Fraksi di DPRD Siantar Puji Pendapat Wali Kota

Surat pengaduan FPKP telah diterima staf Sekretariat DPRD dan diteruskan kepada pimpinan dewan untuk dipelajari lebih lanjut. Wakil Ketua DPRD Pematangsiantar, Frengki Boy Saragih, menyatakan pihaknya siap berkoordinasi dalam menindaklanjuti laporan tersebut.

Selain ke DPRD, FPKP juga membawa persoalan ini ke Kantor Regional VI Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Medan. Mereka meminta agar proses seleksi JPT Pratama ditinjau ulang demi menjaga integritas birokrasi dan mencegah lahirnya pejabat yang dinilai “cacat prosedur”. (SN7)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini