Pematangsiantar, Sinata.id – Kematian Jaka Janes Malau yang diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Taman Bunga (Lapangan Merdeka), Kota Pematangsiantar, pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 21.30 WIB, masih menyita perhatian publik hingga saat ini.
Keluarga korban mengungkap kronologi kejadian berdasarkan keterangan yang mereka terima dari Polres Pematangsiantar, serta hasil pemeriksaan rekaman CCTV.
Abang kandung korban, Rezky Zumady Malau, mengatakan peristiwa itu bermula ketika sebuah mobil yang disebut sebagai kendaraan milik salah satu organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP), yakni Ikatan Pemuda Karya (IPK), berhenti di depan Taman Bunga.
“Menurut penjelasan yang kami terima dari pihak kepolisian berdasarkan rekaman CCTV, ada mobil IPK yang berhenti di depan Taman Bunga. Dari dalam mobil tersebut turun sekitar enam orang laki-laki,” ungkap Rezky, Jumat (12/6/2026).
Ia menjelaskan, keenam pria tersebut kemudian menghampiri seorang saksi bermarga Haloho dan menanyakan seseorang yang disebut sebagai pembuat tato.
“Mereka bertanya kepada saksi, ‘Di mana di sini yang membuat tato?’ Saksi menjawab tidak tahu. Saat itu adik kami, Jaka Janes Malau, berada di belakang saksi,” ujarnya.
Menurut keluarga korban, salah seorang pria kemudian menunjuk ke arah Jaka dan bertanya kepada saksi apakah korban merupakan orang yang mereka cari. Meski saksi telah menjelaskan bahwa korban bukan orang yang dimaksud, salah satu pria diduga tetap melakukan pemukulan.
“Saksi sudah mengatakan bahwa adik kami bukan orang yang dicari. Namun salah satu dari mereka langsung memukul adik kami,” kata Rezky.
Merasa diserang, korban disebut sempat melakukan perlawanan untuk membela diri. Namun situasi berubah ketika sejumlah pria lainnya diduga ikut melakukan penyerangan secara bersama-sama.
“Karena adik kami membela diri dan membalas pukulan itu, yang lain ikut mengeroyok. Informasinya, warga yang berada di sekitar lokasi juga tidak diperbolehkan ikut campur,” ungkapnya.
Keluarga menyebut korban mengalami luka serius akibat dugaan pengeroyokan tersebut. Dalam kondisi kritis, korban kemudian dibawa ke RSUD dr. Djasamen Saragih untuk mendapatkan perawatan medis.
Namun, menurut keluarga, korban ditinggalkan di rumah sakit tanpa pendamping.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.