Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Dewas BPJS, Garda Terdepan Perbaikan Layanan

dewas bpjs, garda terdepan perbaikan layanan
Edy Wuryanto

Jakarta, Sinata.id – Suasana di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (10/2/2026), terasa lebih serius saat Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menyoroti peran Dewan Pengawas (Dewas) BPJS yang baru saja dilantik.

Bagi Edy, kehadiran Dewas bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan benteng penting untuk memastikan layanan jaminan sosial berjalan dengan benar dan berpihak pada masyarakat.

Advertisement

“Dewas ini memiliki posisi strategis. Mereka harus memastikan setiap kebijakan dan pengelolaan BPJS transparan, sesuai aturan, dan memberi manfaat nyata bagi peserta,” ujarnya.

Menurut legislator Fraksi PDI Perjuangan ini, momentum pelantikan Dewas seharusnya dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas layanan BPJS secara menyeluruh.

Pasalnya, hingga kini masih ada tantangan nyata yang dihadapi lembaga ini, mulai dari keluhan peserta tentang fasilitas kesehatan, masalah kepesertaan, hingga tekanan pada keberlanjutan sistem pembiayaan.

Baca Juga  Urus Sertifikat Sendiri, Lebih Murah dan Aman

“Keluhan masyarakat itu nyata dan tak bisa diabaikan. Dewas harus mendorong manajemen BPJS melakukan perbaikan yang terukur, bukan hanya menanggapi masalah saat muncul,” tegas Edy.

Lebih dari sekadar evaluasi administratif, Edy menekankan, Dewas harus aktif menyentuh kebijakan strategis. Mereka diharapkan mampu memberi masukan yang menyeimbangkan kualitas layanan dengan kapasitas keuangan BPJS, sehingga setiap keputusan tetap berpihak pada kepentingan peserta.

Independensi Dewas juga menjadi kunci. Dengan posisi yang strategis, Dewas bisa menjaga akuntabilitas, mencegah penyimpangan, dan membangun kepercayaan publik. “Kalau tata kelolanya baik, masyarakat akan merasa lebih terlindungi,” jelas politisi dari dapil Jawa Tengah III itu.

Tak kalah penting, Edy menegaskan Komisi IX akan terus mengawasi BPJS melalui komunikasi dan koordinasi dengan Dewas. Laporan dan evaluasi kinerja BPJS harus disampaikan secara terbuka agar setiap langkah perbaikan dapat dipantau.

Baca Juga  Stok BBM MOR 2 Paling Tipis, Komisi XII DPR RI Beri Peringatan Keras

“Pelantikan Dewas ini harus menjadi titik awal perubahan nyata. Tujuan akhirnya jelas: memastikan layanan jaminan sosial benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya. (A18)

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini