Pematangsiantar, Sinata.id – Atlet kickboxing peraih medali emas untuk Timnas Indonesia pada SEA Games ke-33 Thailand, Riyan Jefri Lumbanbatu, bersiap melangkah ke fase baru dalam hidupnya.
Selain menorehkan prestasi di arena olahraga internasional, Riyan memastikan akan mengikuti pendidikan kepolisian di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sumatera Utara pada tahun ini.
Kepastian tersebut disampaikan Riyan kepada Sinata.id melalui sambungan telepon, Senin (12/1/2026).
Ia mengungkapkan akan pulang ke kampung halamannya pada Rabu (14/1/2026) untuk mengurus kelengkapan administrasi pendaftaran pendidikan polisi.
“Rabu aku pulang ke Siantar untuk mengurus berkas pendidikan polisi,” ujar Riyan.
Menurut rencana, atlet berusia 24 tahun itu akan mulai menjalani pendidikan kepolisian pada Maret 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah ia menuntaskan rangkaian kompetisi dan menerima penghargaan atas prestasinya di SEA Games.
Riyan juga mengungkapkan bahwa tiga hari sebelumnya ia telah menerima hadiah senilai Rp1 miliar dari Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilannya mempersembahkan medali emas bagi Indonesia. Hadiah tersebut, kata dia, tidak sepenuhnya digunakan untuk kepentingan pribadi.
“Sebagian sudah aku berikan ke panti asuhan, sebagian lagi nanti akan aku serahkan saat pulang ke Siantar,” tuturnya.
Sebelumnya, Riyan memang telah menyatakan niatnya untuk menyumbangkan 10 persen dari total hadiah yang diterimanya kepada panti asuhan.
Dana tersebut akan digunakan untuk membantu biaya pendidikan anak-anak yang membutuhkan. Sisa hadiah, menurutnya, akan dialokasikan untuk investasi jangka panjang.
“Informasi dari Presiden, hadiahnya Rp1 miliar. Sepuluh persen aku nazarkan untuk anak panti asuhan dan biaya sekolah adik-adik,” kata Riyan, yang merupakan anak sulung dari lima bersaudara.
Prestasi Riyan di SEA Games ke-33 terbilang istimewa. Ia menjadi satu-satunya atlet yang menyumbangkan medali emas dari cabang olahraga kickboxing untuk kontingen Merah Putih.
Capaian tersebut merupakan hasil dari latihan intensif yang dijalaninya selama lebih dari satu tahun.
“Latihannya lebih dari setahun, termasuk pemusatan latihan nasional di Jakarta. Untuk persiapan PON, aku latihan di Medan,” ujarnya.
Selain berlatih di dalam negeri, Riyan juga mengikuti pemusatan latihan di luar negeri, di antaranya di Uzbekistan dan Kyrgyzstan.
Ketertarikannya pada dunia kickboxing mulai tumbuh sejak 2020, setelah sebelumnya menekuni berbagai cabang bela diri seperti wushu, kungfu, dan mixed martial arts (MMA).
Di balik pencapaiannya, Riyan menegaskan peran keluarga, terutama orang tua, sangat besar dalam perjalanan kariernya sebagai atlet.
Ia menyebut dukungan keluarga menjadi sumber kekuatan utama, terutama setelah kehilangan sang ayah pada tahun lalu.
“Selama ini orang tua selalu mendukung. Medali ini aku persembahkan untuk mamak tercinta sebagai kado Natal, karena bapak sudah meninggal saat aku masih persiapan menuju SEA Games,” ucapnya lirih.
Dengan pencapaian di dunia olahraga dan rencana mengabdi melalui institusi kepolisian, Riyan menatap masa depan dengan keyakinan baru, membawa semangat disiplin dan pengabdian yang sama seperti saat ia bertanding di atas ring. (Sn14)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini