Info Market CPO
πŸ—“ Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.2K β€’ 2.6K β€’DMI β€’ LOCO NGABANG β€’ LOCO KEMBAYAN β€’ LOCO PARINDU β€’ FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K Β· LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K Β· LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K Β· FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Model
News

Dari Pengungsi Palestina ke Nobel Kimia, Kisah Inspiratif Omar Yaghi

dari pengungsi palestina ke nobel kimia, kisah inspiratif omar yaghi
Omar Yaghi. facebook

Sinata.id – Tiga ilmuwan peraih Nobel Kimia 2025 menciptakan terobosan material berpori yang mampu memanen air dari udara gurun dan menangkap karbon dioksida.

Penemuan kerangka logam-organik (MOF) yang revolusioner ini mengantarkan Omar Yaghi (AS), Richard Robinson (Australia), dan Susumu Kitagawa (Jepang) pada penghargaan akademis tertinggi dunia.

Advertisement

Di balik prestasi gemilangnya, Omar Yaghi justru memulai kehidupan dari kondisi yang sangat memprihatinkan.

Lahir dari keluarga pengungsi Palestina yang terusir dari Gaza selama tragedi Nakba 1948, pria kelahiran Yordania ini menghabiskan masa kecil di rumah sempit tanpa akses air bersih maupun listrik.

Pada usia 15 tahun, dengan kemampuan bahasa Inggris terbatas, ia mengikuti dorongan ayahnya untuk pindah ke Amerika Serikat.

Baca Juga  Waspada! Kedutan di Bokong Kanan Bisa Tanda Gangguan Saraf, Ini Penjelasannya

β€œTak ada yang seperti ini, sungguh menakjubkan,” ujar Yaghi saat mengetahui penghargaannya melalui telepon dari komite Nobel di bandara Brussels.

Ponselnya terus berdering sejak mendarat, namun ia tetap berkomitmen memimpin sesi ilmiah keesokan harinya.

Melalui penelitian pada 1990-an, Yaghi dan timnya mengembangkan MOFβ€”struktur kristal berpori yang dapat disesuaikan menggunakan berbagai logam dan penghubung organik.

Material ini tidak hanya stabil, tetapi juga mampu menyaring molekul tertentu untuk aplikasi penyimpanan gas beracun hingga katalisis reaksi kimia.

Sebagai profesor UC Berkeley ke-28 yang meraih Nobel, Yaghi menyelesaikan gelar doktor di University of Illinois sebelum menjadi peneliti pascadoktoral di Harvard.

Perjalanan dari pengungsian ke puncak keilmuan ini membuktikan bahwa batasan bukanlah halangan untuk mencapai kecemerlangan. (A58)

Baca Juga  Strategi Dana Rp200 Triliun di Bank BUMN, Pemerintah Bidik Rasio Pajak 23 Persen

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini