Pematangsiantar, Sinata.id – Seorang pria berinisial BRS (30), warga Jakarta Selatan, ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar kos Omah Sare, Jalan Sipirok, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Rabu (10/6/2026).
Sebelum meninggal dunia, BRS meninggalkan sejumlah pesan melalui telepon genggamnya. Pesan tersebut berisi permintaan maaf kepada keluarga, ungkapan kasih sayang kepada orang-orang terdekat, serta penyesalan atas keputusan yang telah diambilnya.
Dalam pesan tersebut, korban menyampaikan permohonan maaf kepada ibu, keluarga, dan sahabat-sahabatnya. Ia juga meminta doa dari orang-orang yang selama ini mengenalnya.
Selain itu, korban turut mengungkapkan perasaan mendalam kepada seorang perempuan yang disebut dalam pesan tersebut. Tulisan yang ditinggalkannya menggambarkan pergulatan emosional yang tengah dialaminya sebelum peristiwa itu terjadi.
Tak hanya menyampaikan pesan perpisahan, korban juga meninggalkan petunjuk mengenai pihak yang dapat dihubungi untuk membantu proses pemulangan jenazah kepada keluarga di Jakarta.
Kapolsek Siantar Barat, IPTU Raja Kaya Haloho, mengatakan korban pertama kali ditemukan setelah seorang perempuan berinisial IN yang disebut sebagai kekasihnya datang ke lokasi kos sekitar pukul 10.00 WIB.
Karena tidak mendapat respons saat memanggil korban, pengelola kos bersama sejumlah saksi kemudian berupaya memeriksa kondisi di dalam kamar. Setelah berhasil masuk, korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.
"Korban sempat diperiksa karena diduga masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan, namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut diketahui telah meninggal dunia," ujar IPTU Raja, Kamis (11/6/2026).
Petugas dari Polsek Siantar Barat bersama Tim Inafis Polres Pematangsiantar kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab peristiwa tersebut.
Diketahui, korban baru beberapa hari tiba di Kota Pematangsiantar dari Jakarta menggunakan bus ALS. Ia datang untuk menemui seseorang yang dikenalnya dan telah menginap selama dua hari di lokasi kos tersebut.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar guna menjalani pemeriksaan medis serta menunggu kedatangan pihak keluarga.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tekanan emosional dan persoalan psikologis sering kali tidak terlihat oleh orang-orang di sekitar. Dukungan keluarga, sahabat, dan lingkungan sekitar sangat penting bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit dalam kehidupan. (SN10)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.