Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Regional

Bupati Labuhanbatu Raih Anugerah Kebudayaan PWI 2026

bupati labuhanbatu raih anugerah kebudayaan pwi 2026
Bupati Labuhanbatu dr Hj Maya Hasmita SpOG, MKM.

Labuhanbatu, Sinata.id – Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., M.K.M. dijadwalkan menerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Tahun 2026. Penghargaan tersebut akan diserahkan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Serang, Provinsi Banten, pada 9 Februari 2026.

Penetapan itu tertuang dalam Berita Acara Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Kategori Bupati/Wali Kota HPN 2026 Nomor 539/PWI-P/LXXIX/I/2026. Keputusan tersebut ditandatangani lima anggota dewan juri, yakni Yusuf Susilo Hartono, Agus Dermawan T, Dr. Nungki Kusumastuti, Akhmad Munir, dan Sudjiwo Tejo.

Advertisement

Dewan juri menilai Maya Hasmita layak menerima penghargaan berkat inisiatif Gema Sahabat (Gerakan Empati Masyarakat) yang berfokus pada penguatan karakter dan budaya sejak usia dini. Atas penilaian tersebut, ia berhak memperoleh Trofi Abyakta beserta piagam penghargaan pada puncak HPN 2026.

Baca Juga  Polsek Teluk Nibung Amankan Kedatangan 33 WNI Deportasi dari Malaysia

Dalam sesi presentasi di hadapan juri, Maya Hasmita memaparkan bahwa Gema Sahabat dirancang berdasarkan kondisi geografis, sosial, dan kultural Kabupaten Labuhanbatu. Program ini hadir sebagai upaya mitigasi risiko bencana sekaligus perlindungan kelompok rentan, terutama anak-anak, dengan mengedepankan nilai-nilai budaya lokal.

Pelaksanaan Gema Sahabat telah diwujudkan melalui berbagai aksi kemanusiaan, termasuk saat penanganan korban banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatera. Pendekatannya mengandalkan mobilisasi budaya dan kolaborasi lintas komunitas etnis untuk menumbuhkan empati bersama, sekaligus menggalang dukungan pemerintah, sektor swasta, dan kelompok budaya.

Di lapangan, program ini juga mencakup kegiatan trauma healing bagi anak-anak melalui seni dan permainan tradisional, penyaluran perlengkapan sekolah, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.

Baca Juga  Peringatan Isra Miraj di Tanjungbalai, Polres Hadir Perkuat Iman dan Kepedulian

“Seluruh kegiatan kami dokumentasikan secara terbuka melalui foto dan video sebagai bentuk akuntabilitas. Kami juga bekerja sama dengan media untuk menyebarkan narasi kemanusiaan yang inspiratif,” ujar Maya Hasmita.

Ia menambahkan, Gema Sahabat telah memberikan dampak nyata, khususnya dalam pemulihan psikososial anak-anak serta menjaga keberlanjutan akses pendidikan di situasi darurat.

“Gema Sahabat adalah investasi sosial dan budaya bagi Labuhanbatu. Anak-anak yang tumbuh dengan nilai empati, solidaritas, dan keteladanan akan menjadi generasi berkarakter kuat, adaptif, serta memiliki kesadaran kebangsaan dan kemanusiaan,” ungkapnya, Senin (19/1/2026).

Di akhir pemaparannya, Maya Hasmita berharap Gema Sahabat terus dikembangkan sebagai model pendidikan karakter berbasis budaya lokal, sekaligus memberi kontribusi bagi penguatan identitas bangsa dan menjadi inspirasi gerakan kemanusiaan dan kebudayaan di tingkat nasional. (SN10)

Baca Juga  Sempat Tegang, Keributan Keluarga di Tebing Tinggi Berakhir Damai

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini