Jakarta, Sinata.id – Film Dilan ITB 1997 resmi merilis cuplikan trailer terbaru menjelang penayangannya pada 30 April mendatang. Video berdurasi 2 menit 38 detik ini langsung mencuri perhatian publik, terutama karena menampilkan chemistry tak biasa antara Ariel NOAH dan Raline Shah sebagai pasangan ikonik Dilan dan Milea.
Trailer tersebut bukan hanya menampilkan kisah romansa, tetapi juga membawa nuansa berbeda dengan latar kehidupan mahasiswa di Bandung pada tahun 1997. Penonton diajak menyelami dinamika kampus, gejolak sosial, hingga situasi politik menjelang runtuhnya Orde Baru.
Transformasi Karakter dan Latar Sejarah Jadi Sorotan
Salah satu hal yang membuat trailer ini viral adalah penggambaran dua aktor yang sudah matang memerankan mahasiswa. Meski menuai pro dan kontra, banyak penonton justru penasaran dengan pendekatan yang diambil film ini.
Tak hanya itu, film produksi Falcon Pictures ini juga menghadirkan momen bersejarah Indonesia, termasuk detik-detik lengsernya Soeharto dari kursi kepresidenan.
Adegan penutup trailer menjadi titik paling ramai diperbincangkan. Saat massa bersorak menyambut kabar pengunduran diri Soeharto, karakter Dilan yang diperankan Ariel NOAH justru mengucapkan: “Terima kasih, Soeharto.”
Dialog singkat ini langsung memicu berbagai interpretasi dari publik.
Viral di Media Sosial, Tuai Pro dan Kontra
Cuplikan tersebut cepat menyebar di platform X (Twitter) dan menjadi bahan diskusi hangat. Banyak warganet yang mempertanyakan makna di balik dialog tersebut—apakah bentuk penghormatan, kritik, atau justru sarkasme.
Seorang pengguna dengan akun @smekdoncat bahkan menulis bahwa penonton “tidak akan pernah menebak” kalimat terakhir trailer tersebut. Cuitan itu langsung viral, meraih ribuan likes dan retweet.
Reaksi juga datang dari Ryan Adriandhy yang secara singkat mengekspresikan keterkejutannya setelah menonton adegan tersebut.
Di sisi lain, sebagian netizen menilai dialog itu sebagai bentuk sindiran halus dari karakter Dilan, mengingat latar cerita yang berkaitan dengan demonstrasi mahasiswa di era tersebut.
Adaptasi Novel dan Nuansa Lebih Dewasa
Film ini diadaptasi dari novel karya Pidi Baiq dengan judul yang sama. Berbeda dari seri sebelumnya yang lebih fokus pada kisah cinta remaja, Dilan ITB 1997 menghadirkan cerita yang lebih kompleks dan matang.
Penonton akan melihat perjalanan Dilan sebagai mahasiswa di Institut Teknologi Bandung, yang tak hanya bergulat dengan cinta, tetapi juga realitas sosial dan tekanan politik di masa itu.
Strategi Trailer Dinilai Sukses
Terlepas dari kontroversi, banyak pihak menilai trailer ini berhasil membangun rasa penasaran publik. Dialog penutup yang ambigu justru menjadi “hook” kuat untuk menarik perhatian penonton.
Kini, publik hanya bisa menunggu hingga film ini resmi tayang untuk memahami konteks sebenarnya dari dialog yang menjadi perdebatan tersebut.
Apakah itu bentuk penghormatan, sindiran, atau pesan simbolis? Jawabannya akan terungkap pada 30 April nanti.









Jadilah yang pertama berkomentar di sini