Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 04 Juni 2026 |17:08 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K DMI • BLW • FOB TDUKU • FRC TBAYUR • FRC PLMBG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
MERANTI7 N4 (MERANTI7)
Vol: 0.5K · DMI
15025 (AGM) 15010 (IBP) 14921 (EUP) 15075 AGM ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · BLW
15025 (ARM) 15010 (MM) 14951 (EOP) 15075 ARM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
14825 (AGM) 14785 (MM) 14736 (PRISCOLIN) 14875 AGM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FRC TBAYUR
14880 (WIRA) 14759 (WNI) 8000 (PRCW) 14945 WIRA ACC
N7 N4 (N7)
Vol: 0.5K · FRC PLMBG
14875 (AGM) 14860 (MM) 14771 (PRISCOLIN) 14925 AGM ACC
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi transaksi ACC dengan persaingan harga yang cukup ketat antar bidder. AGM memenangkan tender DMI, FOB TDUKU, dan FRC PLMBG, sementara ARM unggul di BLW dan WIRA memenangkan tender FRC TBAYUR. Tender LOCO LUWU belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
News

Bidan di Banjarmasin Tewas Ditikam Pasien Gara-Gara Uang Pinjaman Rp500 Ribu

seorang bidan bernama hj rahmaniah (58) tewas ditikam pasiennya sendiri hanya karena menolak meminjamkan uang rp500 ribu.
Pelaku penikaman bidan diamankan. (Dok. Polsek Banjarmasin Selatan)

Sinata.id – Hj Rahmaniah, seorang bidan berusia 58 tahun, ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya, Gang Antasari 2, Kelayan A, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kalimantan Selatan, Senin (20/10/2025) malam. Pelakunya tak lain adalah pasiennya sendiri, Andi Julianto alias Encek (32), warga Kelayan Dalam.

Motifnya membuat warga geleng kepala. Hanya karena pinjaman uang sebesar Rp500 ribu tak dikabulkan, pelaku tega menghabisi nyawa bidan yang selama ini menolong banyak orang.

Advertisement

Kapolsek Banjarmasin Selatan, Kompol Christugus Lirens, mengungkap kronologi kejadian berdarah itu.

“Pelaku datang berpura-pura berobat. Tapi di balik niatnya, ia sudah menyiapkan sebilah pisau sepanjang 30 sentimeter yang diselipkan di pinggang,” ujar Christugus, Selasa (21/10/2025) pagi.

Baca Juga  Imam Masjid Ditikam Saat Pimpin Salat Subuh di Morowali, Pelaku Positif Narkoba

Setelah sesi pengobatan selesai, Andi meminta pinjaman uang kepada korban. Namun, saat sang bidan menolak dengan halus, emosi pelaku langsung meledak. Tanpa pikir panjang, ia menghujamkan pisau ke tubuh korban berkali-kali.

Baca Juga: Riky Saputra Tumbang Bersimbah Darah, Teriakan “Mak!” Jadi Seruan Terakhir

Menurut penyelidikan polisi, Hj Rahmaniah sempat berteriak minta tolong. Pelaku yang semula sudah keluar rumah justru kembali lagi dan melanjutkan aksinya. Dalam kondisi lemah, korban ditikam kembali hingga terkapar di lantai.

Teriakan itulah yang membuat anak korban, Rina Mutia (24), keluar dari kamar. Ia mencoba menyelamatkan sang ibu, namun justru menjadi sasaran berikutnya. Pelaku menyerang Rina dan menusuknya di bagian dada, rusuk, serta siku.

Baca Juga  Jejak Sabu dari Siantar ke Simalungun Terendus

“Korban Hj Rahmaniah meninggal dunia saat dibawa ke RS Sultan Suriansyah, sementara anaknya selamat dan kini dirawat intensif,” tutur Kapolsek.

Hasil visum mengungkap luka empat tusukan dan sayatan parah, termasuk satu tusukan di bawah dada yang menembus organ dalam. Usai beraksi, pelaku sempat melarikan diri ke kawasan Sungai Andai.

Namun, pelarian itu tak berlangsung lama. Setelah polisi menghubungi keluarganya dan melakukan pendekatan, pelaku akhirnya menyerahkan diri sekitar pukul 00.05 Wita, hanya empat jam setelah pembunuhan. Ia datang ke Polsek Banjarmasin Selatan dengan menumpang ojek, ditemani beberapa rekannya.

“Pelaku menyerahkan diri secara kooperatif. Kami langsung mengamankan barang bukti berupa pisau berdarah dan baju yang dikenakan saat kejadian,” ujar Christugus.

Baca Juga  Ada Tersangka Lain di Kasus Pembunuhan Dosen Bungo?

Kini, Andi Julianto alias Encek resmi ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat Pasal 338 KUHP juncto Pasal 351 ayat (3) tentang pembunuhan dan penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain. [zainal/a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini